Jakarta, Mata4.com – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara paling rawan bencana alam karena berada di Cincin Api Pasifik, wilayah pertemuan tiga lempeng tektonik besar. Posisi ini membuat Indonesia memiliki banyak gunung api aktif, rentan terhadap erupsi, gempa bumi, dan tsunami. Belum lagi curah hujan tinggi yang memicu banjir bandang dan longsor. Dalam sejarahnya, Indonesia pernah mengalami bencana paling mematikan, seperti tsunami Aceh 2004.
Namun, sejumlah negara lain di dunia juga pernah merasakan bencana alam terbesar dan terdahsyat dalam sejarah. Berikut daftar 10 bencana alam paling dahsyat yang pernah terjadi di dunia.
1. Banjir Yangtze (1931) – China
Pada 1931, hujan deras tanpa henti selama berminggu-minggu membuat air Sungai Yangtze meluap hingga 15 meter. Tanggul dan bendungan tak mampu menahan debit air, menyebabkan banjir bandang yang menghancurkan kota-kota sepanjang aliran sungai. Wuhan menjadi wilayah paling terdampak dengan kota terendam berminggu-minggu, satu juta warga kehilangan tempat tinggal, serta wabah kolera dan tifus. Diperkirakan 3,6 juta orang meninggal dunia, menjadikannya salah satu bencana alam paling mematikan sepanjang sejarah.
2. Gempa Kanto (1923) – Jepang
Pada 1 September 1923, gempa berkekuatan 7,9 magnitudo mengguncang Tokyo dan Yokohama. Bencana ini memicu tsunami setinggi 12 meter serta kebakaran besar yang meluas akibat angin topan di Semenanjung Noto dan Teluk Tokyo. Sekitar dua juta orang kehilangan tempat tinggal, dan lebih dari 140.000 jiwa tewas dalam bencana tersebut.
3. Gempa dan Longsor Peru (1970)
Gempa 7,9 magnitudo mengguncang Peru pada 31 Mei 1970 dan disertai longsoran besar dari gunung. Es dan bebatuan meluncur dengan kecepatan 160 km/jam, menelan kota Yungay dan Ranrahirca. Bencana ini merenggut sekitar 70.000 korban jiwa dan menjadi yang paling mematikan dalam sejarah Peru.
4. Topan Nina Henan (1975) – China
Topan Nina menghantam Provinsi Henan pada Agustus 1975, menyebabkan jebolnya beberapa bendungan besar. Banjir besar yang terjadi menewaskan lebih dari 200.000 orang. Sebanyak 145.000 korban di antaranya meninggal akibat wabah penyakit dan kelaparan akibat pencemaran air.
5. Gempa Bumi Tangshan (1976) – China
Gempa berkekuatan 7,5 magnitudo mengguncang Tangshan pada 28 Juli 1976 sekitar pukul 03.42 dini hari. Peristiwa ini menewaskan sekitar 242.000 orang menurut data resmi, meskipun beberapa sumber lain memperkirakan korban lebih banyak. Banyak warga tidak sempat menyelamatkan diri karena gempa terjadi saat mereka sedang tidur.

6. Gempa dan Tsunami Samudra Hindia (2004)
Salah satu bencana paling mengerikan di dunia terjadi pada 26 Desember 2004. Gempa 9,1 magnitudo di dasar Samudra Hindia memicu tsunami besar yang melanda Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand. Hampir 230.000 orang meninggal dunia, dengan Aceh sebagai wilayah paling terdampak, kehilangan sekitar 170.000 jiwa.
7. Gempa Bumi Kashmir (2005)
Pada 8 Oktober 2005, gempa 7,6 magnitudo melanda Kashmir di wilayah pegunungan utara India. Sekitar 90 persen bangunan rusak, sementara jumlah korban tewas mencapai lebih dari 75.000 orang. Infrastruktur yang hancur menyulitkan proses evakuasi dan penanganan korban.
8. Gempa Sichuan (2008) – China
Gempa 7,9 magnitudo mengguncang Sichuan pada 12 Mei 2008 dan menjadi salah satu bencana terbesar dalam sejarah China. Lebih dari 90.000 orang tewas, 375.000 menderita luka-luka, dan kerugian mencapai 86 miliar dolar AS. Ribuan bangunan roboh, termasuk banyak sekolah, sehingga menambah jumlah korban anak-anak.
9. Gempa Bumi Haiti (2010)
Gempa 7,0 magnitudo mengguncang Haiti pada 12 Januari 2010 dengan getaran terasa hingga Kuba dan Venezuela. Gempa susulan bermagnitudo 5,9 dan 5,5 serta 52 gempa tambahan dalam dua minggu memperburuk kondisi. Lebih dari 316.000 orang meninggal dunia, dan wabah kolera menambah 3.300 korban jiwa lagi.
10. Badai Maria (2017) – Puerto Rico
Pada September 2017, Badai Maria menghantam Puerto Rico dan menewaskan 2.975 orang. Banyak korban meninggal karena minimnya pasokan listrik, air bersih, dan layanan kesehatan yang terganggu. Kerugian materiel akibat badai ini mencapai 90 miliar dolar AS.
