Jakarta, Mata4.com – Persaingan para taipan Asia semakin ketat. Jika dulu dominasi kekayaan dikuasai para raksasa energi dan konglomerat tradisional, kini kekayaan para miliarder teknologi tumbuh pesat dan mulai mengambil alih panggung. Tren ini terlihat jelas dalam laporan tahunan Forbes “The Richest People in the World” 2025, yang memetakan para pengusaha dengan harta terbesar di dunia.
Pada tahun 2025, Forbes mencatat ada 3.028 miliarder global dari berbagai sektor industri, dengan total kekayaan meningkat hingga US$16,1 triliun. Tiga negara dengan jumlah miliarder terbanyak masih dipegang oleh Amerika Serikat (902 miliarder), China (516 miliarder termasuk Hong Kong), dan India (205 miliarder).
Dari benua Asia, sederet nama besar kembali mendominasi daftar orang terkaya. Berikut adalah rangkuman lengkapnya.
1. Mukesh Ambani
Mukesh Ambani adalah sosok yang tak tergoyahkan di posisi puncak miliarder Asia. Pendiri Reliance Industries ini mengelola konglomerasi raksasa di sektor energi, telekomunikasi, media, hingga hiburan.
Pada 2025, Ambani tercatat memiliki kekayaan US$92,5 miliar atau sekitar Rp1.541 triliun, menempatkannya sebagai orang terkaya di India dan salah satu miliarder global paling berpengaruh.
2. Zhang Yiming
Pendiri ByteDance, perusahaan di balik TikTok, kembali masuk daftar teratas miliarder Tiongkok.
Zhang memiliki kekayaan mencapai US$65,5 miliar (setara Rp1.091 triliun). Peran TikTok sebagai fenomena global menjadikannya salah satu tokoh paling penting di ekosistem teknologi dunia.
3. Zhong Shanshan
Zhong Shanshan adalah pendiri Nongfu Spring (air minum kemasan) dan Wantai (peralatan tes kesehatan).
Wirausahawan kelahiran 1954 ini mengumpulkan kekayaan US$57,7 miliar atau Rp961 triliun, mempertahankannya sebagai salah satu figur terkaya di Tiongkok.
4. Gautam Adani
Gautam Adani, pendiri Adani Group, mengendalikan kerajaan bisnis di sektor infrastruktur, logistik, energi, dan pelabuhan.
Pada 2025, ia mencatat kekayaan US$56,3 miliar (sekitar Rp938 triliun) dan menjadi orang terkaya kedua di India, hanya terpaut dari Mukesh Ambani.
5. Ma Huateng
Dikenal luas sebagai “Pony Ma,” ia merupakan CEO Tencent, perusahaan raksasa teknologi yang menaungi WeChat, Honor of Kings, dan banyak produk digital lainnya.
Ma Huateng kini memiliki kekayaan US$56,2 miliar atau Rp936 triliun.
6. Tadashi Yanai & Keluarga
Pendiri dan CEO Fast Retailing, perusahaan induk UNIQLO ini menjadi miliarder terkaya di Jepang.
Pada 2025, Yanai dan keluarganya memiliki kekayaan US$45,1 miliar (sekitar Rp751 triliun) berkat dominasi UNIQLO di pasar global.

7. Lei Jun
Lei Jun adalah pendiri dan CEO Xiaomi, perusahaan teknologi Tiongkok yang sukses menembus pasar global lewat smartphone dan perangkat pintar.
Ia mengantongi kekayaan US$44,4 miliar atau Rp740 triliun, menjadikannya salah satu figur paling berpengaruh di dunia elektronik.
8. Colin Huang
Sebagai pendiri PDD Holdings, induk Pinduoduo dan Temu, Colin Huang menjadi miliarder muda yang pertumbuhan kekayaannya paling cepat.
Pada 2025, total hartanya tercatat mencapai US$42,3 miliar (setara Rp705 triliun).
9. Li Ka-Shing
Li Ka-Shing merupakan salah satu investor paling berpengaruh di Asia. Melalui Cheung Kong Holdings, ia mengelola jaringan bisnis di sektor properti, ritel, telekomunikasi, infrastruktur, dan keuangan.
Pada usia 96 tahun, Li masih memiliki kekayaan US$38,9 miliar atau Rp648 triliun.
10. Robin Zeng
Robin Zeng adalah pendiri CATL (Contemporary Amperex Technology), perusahaan produsen baterai terbesar di dunia.
Melalui dominasi pasar baterai kendaraan listrik, Zeng berhasil meraih kekayaan US$37,9 miliar (sekitar Rp631 triliun).
Penutup
Daftar miliarder Asia 2025 menunjukkan perubahan besar dalam peta kekayaan global. Dominasi taipan energi mulai digeser oleh generasi baru pengusaha teknologi. Dengan perkembangan AI, e-commerce, kendaraan listrik, hingga ekonomi digital, daftar miliarder Asia kemungkinan akan semakin dinamis dalam beberapa tahun ke depan.
