Jakarta, Mata4.com – Perubahan kondisi ekonomi Malaysia menjadi sorotan menjelang akhir 2025. Meski pasar modal menunjukkan geliat dengan puluhan perusahaan baru melakukan IPO, performa indeks saham utama masih lesu dan semakin tertekan akibat tarif baru dari Amerika Serikat. Di tengah dinamika tersebut, ada satu faktor yang memberi harapan bagi para miliarder Malaysia: penguatan mata uang ringgit.
Dalam 12 bulan terakhir, ringgit menguat lebih dari 5%, dan hal ini menjadi angin segar bagi para konglomerat Negeri Jiran. Menguatnya nilai tukar tidak hanya mendongkrak stabilitas ekonomi, tetapi juga meningkatkan total kekayaan kolektif para miliarder Malaysia menjadi sekitar US$90 miliar, menurut data Forbes.
Situasi ini menunjukkan bahwa sebagian besar taipan Malaysia masih mampu menjaga atau bahkan menambah nilai aset mereka meskipun pasar saham belum pulih sepenuhnya.
Daftar 10 Orang Terkaya di Malaysia Versi Forbes (10 Desember 2025)
Mengacu pada The World’s Real-Time Billionaires versi Forbes, berikut adalah daftar terbaru orang terkaya di Malaysia tahun 2025:
1. Robert Kuok
US$13,4 miliar (Rp223,56 triliun)
Ketua Shangri-La Hotels dan Malayan Sugar Manufacturing ini masih bertahan sebagai orang terkaya di Malaysia. Grup Kuok dikabarkan tengah menyiapkan proyek besar pembangunan jaringan pusat data berskala besar di Johor, memperkuat ekspansi bisnisnya.
2. Quek Leng Chan
US$10,4 miliar (Rp173,58 triliun)
Pendiri dan CEO Hong Leong Group ini mencatat kenaikan kekayaan sekitar US$1,6 miliar dari tahun sebelumnya. Kesuksesannya membuatnya tetap berada di posisi kedua miliarder Malaysia.
3. Lee Thiam Wah
US$6,4 miliar (Rp106,79 triliun)
Pendiri minimarket populer 99 Speedmart, yang kini memiliki ribuan gerai di seluruh Malaysia. Ekspansi agresif membuat kekayaannya tetap kuat.
4. Koon Poh Keong
US$5,6 miliar (Rp93,44 triliun)
Pendiri Press Metal Aluminium Holdings, raksasa industri aluminium yang terus memperluas pasarnya secara global.
5. Jeffrey Cheah
US$4,5 miliar (Rp75,08 triliun)
Taipan di balik Sunway Group, konglomerat yang bergerak di sektor properti, konstruksi, pendidikan, dan kesehatan.

6. Lee Yeow Chor
US$3,6 miliar (Rp60,06 triliun)
Direktur Pelaksana dan CEO IOI Corporation Berhad, perusahaan besar di sektor agribisnis dan perkebunan.
7. Lee Yeow Seng
US$2,9 miliar (Rp48,4 triliun)
Direktur Umum IOI Corporation, sekaligus adik dari Lee Yeow Chor. Keduanya menjadi pewaris bisnis besar keluarga Lee.
8. Syed Mokhtar AlBukhary
US$2,4 miliar (Rp40,04 triliun)
Pengusaha berpengaruh yang mengendalikan MMC Corporation Berhad dan DRB-HICOM Berhad. Ia dikenal luas sebagai salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di Malaysia.
9. Kie Chie Wong
US$2,3 miliar (Rp38,38 triliun)
Investor yang memiliki saham minoritas di Fortescue Metals Group, perusahaan tambang besar asal Australia.
10. Lim Kok Thay
US$1,8 miliar (Rp30,04 triliun)
Pemimpin Genting Group, jaringan kasino dan resor internasional. Meski menghadapi tekanan industri hiburan dan pariwisata, Lim tetap bertahan dalam daftar miliarder Malaysia.
Penguatan Ringgit Dorong Kenaikan Kekayaan Para Taipan
Kenaikan nilai ringgit menjadi faktor utama yang membantu mempertahankan stabilitas kekayaan para miliarder Malaysia. Di tengah tantangan seperti pelemahan pasar saham dan tekanan eksternal dari kebijakan tarif AS, penguatan mata uang membantu menjaga valuasi aset mereka dalam dolar AS.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ekonomi Malaysia masih memiliki fondasi kuat di bawah kendali sejumlah konglomerat besar yang terus berinovasi dan memperluas bisnis mereka.
Tiga Nama Teratas Masih Mendominasi
Daftar miliarder Malaysia 2025 tidak banyak berubah dari tahun sebelumnya. Robert Kuok, Quek Leng Chan, dan Lee Thiam Wah tetap menjadi tiga tokoh teratas yang mendominasi peta kekayaan negara. Mereka membuktikan ketahanan finansial di tengah perubahan ekonomi global yang fluktuatif.
Dengan berbagai rencana ekspansi besar yang tengah berjalan—mulai dari pusat data hingga ekspansi ritel—posisi para taipan ini diperkirakan tetap kuat dalam beberapa tahun ke depan.
