Aceh, Mata4.com – Bupati Aceh Tenggara Muhammad Salim Fakhry menyampaikan rasa syukur dan haru atas kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke wilayahnya yang baru saja dilanda banjir bandang. Berlokasi di Posko Pengungsian Desa Bambel Baru, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin (1/12/2025), Fakhry menegaskan bahwa kehadiran Presiden di tengah para penyintas memberikan penguatan moral yang luar biasa bagi warganya.
Dalam sambutannya, Fakhry mengaku tak pernah membayangkan seorang pemimpin negara datang langsung ke daerah mereka yang masih dalam kondisi darurat. “Atas nama rakyat Aceh Tenggara, kami bersyukur. Tidak pernah terbayang seorang presiden hadir di Kabupaten Aceh Tenggara,” ujar Fakhry dalam sambutan yang juga disiarkan daring oleh Sekretariat Presiden.
Ia menggambarkan betapa banjir bandang yang melanda sejumlah kecamatan di wilayahnya telah meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat. Ribuan warga terpaksa mengungsi setelah curah hujan ekstrem sejak Rabu (26/11) malam menyebabkan air sungai meluap dan menerjang 16 kecamatan serta lebih dari 101 desa.
Fakhry menuturkan bahwa kehadiran Presiden Prabowo memberi harapan dan semangat baru bagi para penyintas. “Intinya, kehadiran Bapak sebagai pemimpin negara mengobati hati rakyat Aceh Tenggara,” ucapnya di hadapan ratusan pengungsi.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan langsung permohonan bantuan agar proses pemulihan dapat berjalan cepat dan menyeluruh. Kondisi di lapangan masih berat, dengan akses jalan dan jembatan yang terputus serta banyak rumah warga hanyut tersapu arus.
Presiden Prabowo menunjukkan perhatian besar terhadap para pengungsi. Dalam dialog singkat, ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas ketabahan mereka dan memastikan bahwa pemerintah akan memberikan penanganan terbaik. “Percayalah, kita akan berbuat yang terbaik untuk rakyat,” ujar Prabowo, disambut haru warga, terutama ibu-ibu yang mengungsi bersama anak kecil.
Suasana hangat terasa ketika Presiden menyapa para penyintas satu per satu dan mendengarkan langsung keluhan serta kebutuhan mendesak mereka. Kehadiran Kepala Negara memberikan rasa aman sekaligus menjadi simbol perhatian pemerintah pusat terhadap daerah terdampak.
BNPB melaporkan bahwa banjir bandang menyebabkan puluhan rumah hanyut, infrastruktur vital rusak, dan akses komunikasi serta listrik terganggu. Hingga kini, tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI-Polri, dan relawan terus melakukan pencarian korban serta evakuasi warga. Data sementara menunjukkan jumlah korban jiwa di Aceh telah mencapai puluhan orang, sementara puluhan lainnya masih dinyatakan hilang.
Dengan terus mengalirnya bantuan dan dukungan dari pemerintah pusat, masyarakat Aceh Tenggara berharap proses pemulihan dapat segera dilakukan agar kehidupan mereka dapat kembali stabil setelah bencana besar tersebut.
