Oplus_131072
Jakarta, Mata4.com – Persoalan banjir di Jakarta kembali menjadi sorotan, terlebih setelah sejumlah wilayah Ibu Kota kembali tergenang akibat hujan berintensitas tinggi maupun banjir kiriman dari hulu. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012, Mayjen TNI (Purn) Prijanto, menilai Jakarta Integrated Tunnel (JIT) merupakan solusi strategis dan modern yang layak direalisasikan demi mengakhiri persoalan banjir yang tak kunjung tuntas.
Prijanto menjelaskan bahwa kerusakan ekosistem di hulu dan berkurangnya daerah resapan memperparah kondisi aliran sungai yang bermuara di Jakarta. Kali Ciliwung dan Pesanggrahan semakin sering meluap, memicu banjir di area sekitarnya. Menurutnya, pendekatan konvensional seperti pembangunan kanal baru atau normalisasi sungai, seperti halnya proyek Kanal Banjir Timur (KBT), membutuhkan biaya sangat besar dan berpotensi menimbulkan berbagai persoalan terkait lahan dan sosial.
Ia menegaskan bahwa solusi seperti JIT—yang memanfaatkan terowongan bawah tanah—dapat menghindari konflik lahan yang kerap muncul dalam proyek infrastruktur besar di permukaan. Dengan memindahkan sistem aliran air ke jalur bawah tanah, risiko penolakan warga dan masalah pembebasan tanah dapat diminimalisir.
Keunggulan lain JIT adalah skema pendanaannya yang tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Prijanto mengatakan proyek ini dibiayai sepenuhnya oleh pihak swasta, sehingga tidak membebani keuangan negara maupun pemerintah daerah.

Lebih dari sekadar pengendali banjir, JIT dirancang sebagai terowongan multifungsi yang dapat mengakomodasi berbagai kebutuhan modern kota besar. Selain menjadi saluran air, terowongan ini juga direncanakan menjadi jalur tol bawah tanah, jaringan perpipaan air bersih, dan infrastruktur kelistrikan. Menurut Prijanto, kota-kota besar di dunia telah lama menerapkan integrated tunnel sebagai solusi urban modern, dan Jakarta harus mengikuti langkah tersebut untuk menjadi kota global yang setara dengan metropolis dunia lainnya.
Sementara itu, Komisaris Utama PT Antaredja Mulia Jaya, Wibisono, mengungkapkan bahwa dirinya bersama Prijanto telah melakukan audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Kamis (4/12/2025). Pertemuan itu membahas perkembangan terbaru proyek JIT yang sudah melewati proses panjang sejak 2013, termasuk perizinan, serangkaian kajian teknis, hingga pencarian investor.
Wibisono menjelaskan bahwa JIT kini telah mendapatkan dukungan investasi dari SBC Capital asal Kanada dan tengah menyiapkan tahap penutupan finansial (financial closing) bersama kontraktor Engineering, Procurement and Construction (EPC) dari China. Menurutnya, Gubernur Pramono Anung menyambut baik perkembangan tersebut dan memberikan dukungan penuh agar proyek JIT dapat segera direalisasikan sebagai solusi jangka menengah untuk mengendalikan banjir.
Ia juga menyampaikan harapan agar pembangunan fisik JIT dapat dimulai pada awal tahun mendatang. Pembangunan ini dinilai penting sebagai pelengkap program pengendalian banjir lainnya, termasuk giant sea wall yang bertujuan melindungi pesisir Jakarta dari ancaman banjir rob.
Dengan berbagai dukungan yang telah diberikan pemerintah daerah maupun pihak swasta, JIT diproyeksikan menjadi terobosan besar dalam penanganan banjir Jakarta. Kehadiran terowongan multifungsi ini diharapkan mampu memberikan perlindungan lebih baik bagi warga dari banjir luapan sungai serta memperkuat ketahanan kota dari ancaman bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi.
