Aceh, Mata4.com – Upaya percepatan penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh terus dilakukan pemerintah pusat. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak 166,8 ton logistik telah dikirimkan untuk para korban di berbagai wilayah terdampak. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan mendesak masyarakat seperti makanan, pakaian, hingga perlengkapan dasar lainnya.
Suharyanto menjelaskan bahwa distribusi logistik tidak hanya dilakukan melalui posko utama, tetapi juga langsung ke kabupaten dan kota sehingga jumlah yang diterima masyarakat di lapangan sebenarnya lebih besar. Stok logistik utama saat ini terpusat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, sementara buffer stock atau cadangan logistik yang masih tersedia mencapai 103,7 ton.
Dalam laporannya, Suharyanto menyebutkan bahwa dari 18 kabupaten/kota terdampak bencana, sebanyak 15 wilayah telah mengalami pemulihan jaringan komunikasi. Namun, lima wilayah lainnya masih mengandalkan internet berbasis Starlink untuk berkomunikasi, yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang. Meski begitu, ia memastikan seluruh wilayah kini tidak lagi berada dalam kondisi tanpa akses komunikasi sama sekali.

Ia menegaskan bahwa penggunaan Starlink menjadi solusi cepat agar masyarakat tetap bisa terhubung ke luar wilayah. Pemerintah juga terus mengupayakan normalisasi jaringan secara bertahap agar aktivitas informasi dan koordinasi di daerah terdampak kembali optimal.
Sejumlah titik strategis seperti kantor Kodim, kantor Bupati, dan gedung pemerintahan dijadikan pusat berkumpul warga. Di lokasi-lokasi ini masyarakat bisa mendapatkan dua kebutuhan penting sekaligus: bantuan logistik dan akses sinyal internet. Meski distribusi terus berjalan, Suharyanto mengakui bahwa kebutuhan logistik masih belum sepenuhnya terpenuhi dan pemerintah akan terus mendorong pengiriman tambahan sesuai prioritas lapangan.
BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait akan melaporkan kebutuhan mendesak dari wilayah terdampak di tiga provinsi guna memastikan penanganan berjalan maksimal. Pemerintah berharap distribusi bantuan dan pemulihan jaringan dapat mempercepat normalisasi aktivitas masyarakat yang hingga kini masih berjuang bangkit dari dampak bencana.
