Jakarta, Mata4.com – Mantan Sekretaris Jenderal PBNU, Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul, meminta semua pihak bersabar menunggu proses penyelesaian polemik internal di tubuh PBNU. Ia menegaskan, segala keputusan terkait kepengurusan saat ini belum final dan masih dalam tahap pembahasan.
“Sekali lagi ini masih proses, tunggu saja. Jadi kita ikuti saja proses ini, mari kita tenang dulu, kita serahkan kepada proses. Ini masih belum final,” ujar Gus Ipul di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (8/12/2025).
Gus Ipul juga menyoroti surat keputusan (SK) rotasi yang dikeluarkan Ketua Umum PBNU, Gus Yahya Cholil Staquf. Ia mengaku belum memahami sepenuhnya isi SK tersebut dan masih menunggu penyelesaian yang digariskan para sesepuh NU.
“Saya belum tahu (soal SK rotasi). Semua masih berproses, ini lagi kita tunggu penuh kesabaran, akan diselesaikan dengan cara-cara ulama karena ini NU,” tambahnya.

Sebelumnya, Gus Yahya mencopot Gus Ipul dari posisi Sekjen PBNU. Alasannya, puluhan SK dari Pengurus Wilayah (PWNU) dan Pengurus Cabang (PCNU) tak kunjung ditandatangani oleh Gus Ipul.
“Ada sekitar 80-an SK yang belum ditandatangani, karena tertahan di meja Sekjen yang lama. Bahkan, sudah tertahan sampai lebih satu tahun, sejak satu tahun lalu,” jelas Gus Yahya dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Gus Yahya menambahkan, rapat gabungan tiga bulan lalu telah memberikan tenggat waktu dua minggu kepada Gus Ipul untuk menyelesaikan penandatanganan tersebut. Namun, batas waktu itu berlalu tanpa realisasi.
Ketidakhadiran Gus Ipul di kantor PBNU sejak diangkat menjadi Menteri Sosial juga menjadi pertimbangan rotasi, karena dianggap mengganggu kinerja organisasi. “Sama sekali tidak pernah sempat punya waktu untuk menengok kantor, sama sekali sampai sekarang, sudah setahun lebih,” ujar Gus Yahya.
Pernyataan Gus Ipul menekankan pentingnya kesabaran dan menyerahkan penyelesaian polemik PBNU kepada mekanisme ulama agar proses transisi kepengurusan berjalan tenang dan tertib.
