Jakarta, Mata4.com – Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyampaikan ucapan duka cita atas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ucapan belasungkawa tersebut disampaikan langsung dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, di Moskow, Rusia, Rabu (10/12/2025).
“Saya mau menyampaikan kata-kata belasungkawa terkait dengan banjir yang menimpa Indonesia dan menimpa bangsa Indonesia,” ujar Putin kepada Prabowo dalam pertemuan tersebut.
Mendengar ucapan itu, Presiden Prabowo mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian Rusia terhadap bencana besar yang tengah dihadapi Indonesia. “Tapi saya terima kasih beliau ucapkan belasungkawa terhadap korban banjir,” kata Prabowo.
Hingga Rabu (10/12/2025), data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi tersebut mencapai 967 orang. Selain itu, 262 orang masih dinyatakan hilang dan lebih dari 5.000 warga mengalami luka-luka. Bencana ini menjadi salah satu yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.

BNPB merinci sebaran korban meninggal berdasarkan daerah, dengan angka tertinggi berada di Kabupaten Agam (181 korban), disusul Aceh Utara (138), Tapanuli Tengah (110), dan Tapanuli Selatan (85). Total 52 kabupaten terdampak bencana ini, dengan lebih dari 157.900 rumah mengalami kerusakan, membuat ribuan warga kehilangan tempat tinggal.
Kerusakan fasilitas umum juga cukup parah, yakni 1.200 unit fasilitas umum terdampak, 584 fasilitas pendidikan rusak, 423 rumah ibadah terdampak, 287 gedung dan kantor mengalami kerusakan, serta 498 jembatan rusak sehingga menghambat akses evakuasi dan distribusi bantuan.
Pertemuan Putin dan Prabowo berlangsung dalam suasana penuh empati, terutama setelah Rusia menunjukkan solidaritasnya kepada Indonesia. Di tengah lawatan bilateral tersebut, isu kemanusiaan dan solidaritas antarnegara menjadi salah satu topik penting selain agenda kerja sama strategis kedua negara.
Duka mendalam masih menyelimuti masyarakat Sumatra. Sementara itu, pemerintah pusat dan daerah terus mempercepat proses evakuasi, pencarian korban hilang, serta pemulihan wilayah terdampak.
