Bekasi, Mata4.com – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, kembali turun langsung ke lapangan. Kali ini bukan untuk olahraga pagi, melainkan meninjau banjir yang kerap “langganan hadir” di Perumahan Bumi Bekasi Baru Utara, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Minggu (18/1).
Dengan sepatu siap basah dan semangat pantang surut (walau air naik), Tri menyusuri lokasi untuk membongkar misteri: kenapa air betah banget nongkrong di sini?
Kolong Tol Cut Mutia Jadi Tersangka Utama
Dari hasil peninjauan, sumber masalah akhirnya ketahuan. Ternyata, air yang mengalir dari bawah kolong Tol Cut Mutia tersendat karena gorong-gorongnya menyempit. Ibarat jalan tol saat mudik: macet total! Akibatnya, debit air tak tertampung dan malah tumpah ke permukiman warga.
Di lokasi, Tri langsung memanggil Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Iman, untuk menjelaskan secara teknis penyebab banjir yang rutin datang tanpa undangan ini.
Hasilnya jelas: crossing saluran air harus segera diperlebar supaya aliran air bisa melenggang bebas tanpa bikin rumah warga kebanjiran.
“Permasalahan utama ada pada saluran air yang menyempit. Ini harus segera kita perlebar agar aliran air dari arah jalan tol tidak lagi melimpah ke kawasan perumahan,” tegas Tri.

Alat Berat Turun, Banjir Angkat Kaki!
Tak mau berlama-lama rapat sambil ngopi, Tri langsung menginstruksikan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi untuk menurunkan alat berat di hari yang sama. Targetnya jelas: gali, lebarkan, dan bikin air nggak lagi numpang tinggal di rumah warga.
Warga pun berharap, setelah crossing diperlebar, banjir tak lagi jadi “tamu langganan”. Kalau bisa, cukup hujan saja yang datang — airnya jangan ikut nginep.
