Bekasi, Mata4.com – Pemerintah Kecamatan Medan Satria terus melakukan inovasi pelayanan publik melalui program Gebug Kampung (Gerebeg Rembug Kampung). Kegiatan ini merupakan rapat minggon yang dilaksanakan setiap pekan secara bergilir di wilayah RW, dengan tujuan menyerap aspirasi warga secara langsung.
Kali ini, kegiatan Gebug Kampung digelar di RW 32, Kelurahan Pejuang. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Medan Satria, Budi Rahman, para lurah, pengurus RW dan RT, serta perwakilan UPTD teknis dari berbagai dinas terkait.
Salah satu perwakilan warga, Nur Priono Widodo, Ketua RW 06 Kelurahan Pejuang, menilai program ini sangat positif karena pemerintah dapat langsung mendengar keluhan masyarakat di lapangan.
“Program ini bagus karena aspirasi warga bisa langsung terserap. Bahkan Pak Camat juga langsung meninjau lokasi, salah satunya laporan tembok sekolah yang rubuh,” ujarnya.
Transformasi Rapat Minggon
Camat Medan Satria, Budi Rahman, menjelaskan bahwa program Gebug Kampung merupakan transformasi dari rapat minggon yang sebelumnya dilaksanakan di kantor kelurahan. Kini, rapat dilakukan langsung di kantor sekretariat RW agar lebih dekat dengan masyarakat.
“Di Kecamatan Medan Satria terdapat empat kelurahan, dan program ini sudah berjalan di tiga kelurahan. Tujuannya untuk mempercepat pelayanan dan penyelesaian keluhan warga,” jelasnya.
Menurutnya, dengan mendekatkan lokasi rapat ke lingkungan warga, berbagai persoalan dapat langsung teridentifikasi, diinventarisasi, serta ditindaklanjuti, baik secara internal kelurahan maupun melalui koordinasi dengan dinas terkait.
Tidak hanya sekadar koordinasi, setiap kegiatan Gebuk Kampung juga menghadirkan UPTD teknis dari seluruh dinas. Hal ini memungkinkan pembahasan solusi dilakukan secara langsung, termasuk perumusan langkah penyelesaian yang konkret.
Dua Metode Analisa Masalah
Dalam pelaksanaannya, analisa masalah dilakukan dengan dua metode. Pertama, penyelesaian jangka pendek, seperti pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) dan pelayanan umum lainnya. Kedua, penyelesaian jangka panjang yang berkaitan dengan infrastruktur, karena membutuhkan perencanaan serta penganggaran.
“Untuk hari ini kami juga melakukan peninjauan langsung agar bisa mengukur persoalan yang terjadi di lapangan,” tambah Budi Rahman.
Program Gebug Kampung ini menargetkan terciptanya “Zero Nol Masalah”, yakni meminimalkan bahkan menuntaskan permasalahan di wilayah melalui respon cepat dan sinergi lintas instansi.
Dengan adanya program ini, diharapkan pelayanan publik semakin efektif, aspirasi warga lebih cepat tertangani, serta pembangunan wilayah dapat berjalan lebih tepat sasaran.
