Bekasi, Mata4com – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia menegaskan keselamatan menjadi prioritas utama pasca kecelakaan kereta yang terjadi di wilayah Bekasi Timur. Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi, Rabu (29/4), menyusul proses evakuasi, pemulihan jalur, dan penanganan korban yang berlangsung intensif selama tiga hari terakhir.
Sejumlah rumah sakit dilibatkan dalam penanganan korban, di antaranya RSUD Bekasi, RS Polri Kramat Jati, RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, serta RS MMC Kuningan. KAI juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga medis dan media yang mengawal proses penanganan sejak awal kejadian.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan, proses evakuasi penumpang berlangsung hingga hampir 10 jam. Setelah itu dilanjutkan dengan penarikan rangkaian kereta dan pembersihan bangkai KRL dari lokasi kejadian. Tahapan tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan aspek keselamatan.
Saat ini, jalur kereta telah dinyatakan dapat dilalui dengan pembatasan kecepatan maksimal 30 km per jam, berdasarkan rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi. KAI juga mendukung penuh proses investigasi yang tengah dilakukan lembaga tersebut guna mengungkap penyebab insiden dan merumuskan rekomendasi perbaikan.
“Keselamatan tidak ada toleransi dan tidak ada kompromi. Kami memastikan seluruh aspek operasional memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan,” tegasnya.
KAI juga membuka dua posko tanggap darurat di Bekasi Timur dan Gambir selama 14 hari ke depan guna melayani kebutuhan korban dan keluarga. Selain itu, perusahaan tengah melakukan audit investigasi terhadap perusahaan taksi yang diduga terlibat dalam kecelakaan, mencakup aspek operasional, teknis, hingga sumber daya manusia.
Di sisi lain, pemerintah bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melakukan penertiban ketat terhadap perlintasan sebidang. Dari total sekitar 1.800 perlintasan yang terdata, akan dilakukan peningkatan fasilitas keselamatan seperti pemasangan palang pintu otomatis hingga pembangunan flyover.
Bobby juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuat perlintasan liar serta tidak melanggar rambu di perlintasan resmi. Perlintasan yang tidak memenuhi standar keselamatan akan ditutup.
Untuk layanan, KAI memastikan operasional KRL lintas Cikarang akan kembali dibuka secara bertahap setelah seluruh aspek teknis dan keselamatan dinyatakan aman. Sementara itu, perjalanan kereta jarak jauh telah mulai diujicobakan melewati jalur tersebut.
Pemerintah menegaskan seluruh korban akan mendapatkan penanganan, baik dari sisi medis maupun asuransi, yang dikoordinasikan melalui Jasa Raharja.
KAI menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah insiden serupa di masa mendatang.
