Bekasi, Mata4com — Dampak kecelakaan kereta api masih terasa. Sebanyak 20 korban masih menjalani rawat inap di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, dengan perawatan terbagi antara Gedung A lantai 6 Ruang Seruni dan Gedung D lantai 4 Bougenville, Kamis (30/4/2026).
Wakil Direktur Utama Pelayanan Medik RSUD, dr Sudirman , menyampaikan bahwa kondisi para pasien secara umum menunjukkan perkembangan yang lebih baik dibandingkan hari sebelumnya, meskipun sebagian masih dalam kondisi sedang hingga berat dan memerlukan tindakan medis lanjutan.
“Secara umum kondisi pasien hari ini lebih baik, namun masih ada yang membutuhkan penanganan intensif dan tindakan lanjutan,” ujarnya.
Kunjungan Komisi 2 DPRD Kota Bekasi ke rumah sakit tersebut dilakukan sebagai bagian dari rangkaian peninjauan pasca insiden. Sebelumnya, rombongan dewan juga telah meninjau langsung lokasi kecelakaan untuk melihat kondisi perlintasan kereta api.
Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, menegaskan bahwa pihaknya mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlintasan kereta api di wilayah Kota Bekasi guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami meminta evaluasi total terhadap sistem perlintasan, termasuk aspek pengamanan dan pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan,” katanya.
Senada, Sekretaris Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti, menyampaikan bahwa rapat koordinasi lintas dinas akan segera digelar dengan melibatkan Dinas Perhubungan, Disperkimtan, serta DBMSDA untuk merumuskan langkah konkret perbaikan.
“Kami ingin ada tindak lanjut nyata, tidak hanya sebatas evaluasi, tetapi juga perbaikan di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Suryo Harjo, mengapresiasi pelayanan RSUD yang dinilai telah optimal dalam menangani para korban kecelakaan.
“Pelayanan yang diberikan sangat baik dan responsif. Ini menjadi contoh positif dalam penanganan darurat,” katanya.
Pihak rumah sakit memastikan akan terus memberikan penanganan maksimal hingga seluruh pasien pulih dan dapat menjalani tahap pemulihan lanjutan.
Di sisi lain, DPRD Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk mengawal perbaikan sistem transportasi, khususnya pada perlintasan sebidang yang dinilai masih memiliki tingkat risiko tinggi. Evaluasi yang didorong diharapkan menghasilkan langkah konkret, mulai dari peningkatan sistem pengamanan, penataan lalu lintas, hingga pengawasan lebih ketat guna meminimalisir potensi kecelakaan di masa mendatang.
