Bekasi, Mata4com – Sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait pelayanan kesehatan dan persoalan lingkungan dalam sebuah pertemuan aspirasi yang digelar di wilayah permukiman. Dua isu utama mencuat, yakni pelayanan rumah sakit bagi peserta BPJS serta kondisi lingkungan yang dinilai semakin memprihatinkan.
Pada sektor kesehatan, warga menyoroti layanan rumah sakit yang dinilai belum optimal bagi pengguna BPJS. Antrean panjang hingga berjam-jam, ketersediaan obat yang sering kosong, hingga sulitnya mendapatkan kamar rawat inap menjadi keluhan utama.
“Kami bayar iuran tiap bulan, tapi pas berobat disuruh nunggu dari jam 5 pagi sampai siang. Obatnya juga sering kosong,” ungkap salah satu warga dalam forum tersebut.
Selain itu, keterbatasan fasilitas rawat inap juga menjadi sorotan. Warga mengaku kerap kesulitan mendapatkan kamar, meski dalam kondisi membutuhkan perawatan segera.
Tak hanya soal kesehatan, persoalan lingkungan juga menjadi perhatian serius. Warga mengeluhkan banjir yang kerap terjadi akibat drainase tersumbat di sejumlah titik. Bahkan, hujan dengan intensitas singkat sudah cukup membuat jalanan tergenang.

“Kalau hujan satu jam saja, jalan depan rumah sudah banjir. Sampahnya nyangkut semua di got,” keluh warga lainnya.
Masalah lain yang turut disampaikan antara lain lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati di beberapa ruas jalan lingkungan sehingga meningkatkan risiko keamanan, minimnya ruang terbuka hijau (RTH), serta polusi debu yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Tak kalah penting, warga juga menyoroti tidak adanya kantor RW akibat keterbatasan lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum), yang dinilai menghambat pelayanan administratif di tingkat lingkungan.
Pertemuan ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti berbagai keluhan yang disampaikan. Warga berharap adanya perbaikan konkret, baik dalam pelayanan kesehatan maupun penataan lingkungan, demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
