Bekasi, Mata4com – Persoalan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terbatasnya lapangan pekerjaan bagi pemuda, minimnya fasilitas olahraga, hingga kondisi pasar yang semrawut menjadi sejumlah aspirasi yang mengemuka dalam kegiatan reses hari ketiga Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Abdul Muin Hafied.
Kegiatan reses tersebut berlangsung di wilayah RT 013/011, Kelurahan Pejuang, Kota Bekasi, Sabtu (10/10). Dalam kesempatan itu, warga menyampaikan berbagai persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah daerah.
Salah satu aspirasi yang menjadi perhatian adalah perlunya penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM, khususnya bagi ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Majelis Taklim.
Warga berharap adanya dukungan nyata agar kelompok masyarakat tersebut dapat mengembangkan usaha, meningkatkan keterampilan, serta memiliki kesempatan lebih luas untuk memasarkan produk mereka.
Pemberdayaan UMKM juga diharapkan mampu membuka peluang usaha bagi masyarakat di kawasan Pejuang, Taman Harapan Baru (THB), hingga Harapan Indah. Dengan demikian, perputaran ekonomi dapat tumbuh di lingkungan masyarakat dan memberikan manfaat bagi para pedagang setempat.
Lapangan Pekerjaan Pemuda Jadi Perhatian
Selain persoalan ekonomi keluarga, terbatasnya lapangan pekerjaan bagi generasi muda juga menjadi salah satu masalah yang disoroti dalam reses tersebut.
Karang Taruna sebagai wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda dinilai membutuhkan dukungan program yang dapat membuka akses terhadap keterampilan, kewirausahaan, serta kesempatan kerja.
Aspirasi ini menjadi penting mengingat pemuda memiliki potensi besar untuk ikut mendorong kemajuan lingkungan. Karena itu, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar generasi muda memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi secara produktif.
Warga juga menyoroti minimnya fasilitas lapangan olahraga yang dapat dimanfaatkan Karang Taruna dan masyarakat untuk menjalankan kegiatan olahraga maupun aktivitas kepemudaan.
Ketersediaan sarana olahraga yang memadai diharapkan dapat menunjang kegiatan positif, mempererat kebersamaan warga, serta menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan minat mereka.
Pasar Pejuang Jaya Perlu Penataan
Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah kondisi Pasar Pejuang Jaya yang dinilai semrawut, terutama pada pagi hari ketika aktivitas perdagangan sedang ramai.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pasar merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Penataan yang lebih baik diperlukan agar aktivitas jual beli dapat berlangsung dengan tertib dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli.
Aspirasi warga diharapkan dapat menjadi bahan perhatian bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengevaluasi kondisi pasar, termasuk pengaturan aktivitas perdagangan serta penataan lingkungan di sekitarnya.
Melalui reses ini, berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat menjadi catatan penting untuk diperjuangkan sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.
Kegiatan reses merupakan salah satu sarana bagi anggota DPRD untuk mendengarkan secara langsung kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya. Aspirasi yang dihimpun selanjutnya dapat menjadi bahan pembahasan dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.
Warga berharap aspirasi mengenai pemberdayaan UMKM, peluang kerja bagi pemuda, ketersediaan fasilitas olahraga, serta penataan Pasar Pejuang Jaya tidak berhenti pada penyampaian semata, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program dan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
