Zadar, 15 Juli 2025 — Dunia sepak bola kembali dihebohkan dengan kabar mengejutkan dari bursa transfer musim panas. Gelandang legendaris asal Kroasia, Luka Modric, resmi bergabung dengan klub Serie A, AC Milan, setelah mengakhiri petualangan panjangnya bersama Real Madrid. Transfer ini menjadi sorotan besar karena melibatkan salah satu maestro lini tengah terbaik dalam sejarah sepak bola modern.
Akhir dari Era di Real Madrid
Setelah membela Real Madrid selama 13 musim, Luka Modric mengucapkan selamat tinggal kepada klub yang telah membesarkan namanya. Sejak didatangkan dari Tottenham Hotspur pada tahun 2012, Modric menjadi tokoh sentral dalam era keemasan Los Blancos. Bersama Toni Kroos dan Casemiro, ia membentuk trio lini tengah legendaris yang membantu Madrid memenangkan berbagai trofi prestisius.
Tak hanya gelar, Modric juga dikenal karena gaya bermainnya yang elegan, visi tajam, dan kemampuan menjaga ritme permainan. Ia telah mencatat lebih dari 500 penampilan bersama Real Madrid dan menjadi inspirasi bagi generasi baru gelandang modern. Kepergiannya menandai akhir sebuah era yang penuh kejayaan, dan sekaligus membuka babak baru dalam karier sang maestro.
Kenapa AC Milan?
Langkah Modric menuju AC Milan bukan tanpa alasan. Meski banyak klub dari MLS, Timur Tengah, hingga Eropa Timur yang menawarinya kontrak besar, Modric memilih Rossoneri karena sejarah dan ambisi klub tersebut. Ia menyebut AC Milan sebagai salah satu klub paling ikonik di dunia, dan merasa tertantang untuk mencicipi atmosfer Serie A sebelum gantung sepatu.
“Saya selalu menghormati AC Milan. Klub ini punya sejarah besar, pemain legendaris, dan dukungan fans yang luar biasa. Saya datang ke sini bukan untuk pensiun, tapi untuk terus berjuang di level tertinggi,” ujar Modric saat diperkenalkan secara resmi di markas Milanello.
AC Milan sendiri tengah melakukan restrukturisasi skuad, memadukan talenta muda seperti Tijjani Reijnders, Yacine Adli, dan Tommaso Pobega dengan pemain berpengalaman seperti Olivier Giroud dan Simon Kjaer. Kedatangan Modric diharapkan menjadi perekat dan mentor bagi generasi penerus Milan.
Dampak Strategis dan Taktis
Pelatih kepala Paulo Fonseca, yang baru ditunjuk menggantikan Stefano Pioli, menyatakan bahwa Modric adalah bagian penting dari visinya membangun Milan yang solid, taktis, dan berkarakter. Fonseca menyebut Modric sebagai “gelandang dengan IQ sepak bola luar biasa”, yang mampu mengatur tempo permainan serta menjadi jembatan antara lini belakang dan depan.
Dalam skema 4-2-3-1 atau 4-3-3 yang kerap diterapkan Fonseca, Modric kemungkinan akan mengisi posisi regista atau mezzala. Perannya akan sangat krusial, terutama dalam pertandingan besar seperti Derby della Madonnina melawan Inter Milan dan laga-laga penting di Liga Champions.
Statistik Luka Modric di Real Madrid:
- Penampilan: 524
- Gol: 38
- Assist: 73
- Trofi: 23 (termasuk 5 Liga Champions, 3 La Liga)
Kontrak dan Nomor Punggung
Modric dikontrak AC Milan selama satu musim dengan opsi perpanjangan satu tahun, tergantung performa dan kondisi fisiknya. Ia akan mengenakan nomor punggung 19, sebuah nomor yang sebelumnya dikenakan oleh beberapa pemain penting Milan, termasuk Theo Hernandez sebelum berganti ke nomor 3.
Transfer ini tidak melibatkan biaya, karena Modric datang dengan status bebas transfer setelah kontraknya dengan Real Madrid tidak diperpanjang. Meski demikian, laporan dari media Italia menyebut bahwa gaji Modric di Milan berada di kisaran 3,5 juta euro per musim, jauh lebih rendah dari tawaran klub-klub di Arab Saudi.
Reaksi Dunia Sepak Bola
Kepindahan Modric ke AC Milan disambut luas oleh para penggemar dan pengamat sepak bola. Banyak yang menganggapnya sebagai contoh profesionalisme, dedikasi, dan kecintaan sejati terhadap permainan. Tagar #WelcomeModric menjadi trending topic di Twitter dan Instagram beberapa jam setelah pengumuman resmi dirilis.
Legenda Milan seperti Paolo Maldini, Andrea Pirlo, dan Clarence Seedorf memberikan dukungan moral kepada Modric. Mereka menilai Milan bisa menjadi tempat yang tepat bagi pemain sekelas Modric untuk menutup kariernya secara terhormat dan kompetitif.
“Modric adalah gelandang yang bisa bermain sampai usia 41 tahun. Visi dan tekniknya tidak pernah pudar. Milan mendapatkan berlian,” tulis Pirlo dalam unggahan Instagram-nya.
Warisan dan Harapan
Luka Modric bukan hanya pemain, ia adalah simbol dari kerja keras, kesabaran, dan keanggunan dalam bermain sepak bola. Dari masa kecilnya yang sulit di Kroasia, hingga puncak kariernya bersama Real Madrid dan tim nasional, Modric telah menulis sejarah yang tak mudah dilupakan.
Kini, bersama AC Milan, ia memulai babak terakhir dalam karier profesionalnya. Meskipun banyak yang memandang ini sebagai akhir dari perjalanan panjangnya, Modric justru melihatnya sebagai awal dari tantangan baru yang penuh semangat.
Dengan kombinasi pemain muda dan senior yang ada di skuad Milan, Modric diharapkan menjadi pemimpin di dalam dan luar lapangan. Jika mampu menjaga kebugaran dan performa, ia bukan hanya akan membantu Milan meraih prestasi, tapi juga memberi warisan penting bagi klub di masa depan.
Kehadiran Luka Modric di AC Milan menambah warna dalam peta persaingan Serie A musim 2025/2026. Lebih dari sekadar transfer, ini adalah pertemuan dua legenda: seorang maestro lapangan tengah dan klub dengan sejarah besar di Eropa. Waktu akan menjawab seberapa besar dampak yang akan ditinggalkan Modric di kota Milan — tapi satu hal sudah pasti, kisahnya belum usai.
Alasan Memilih Milan dan Kontribusinya
Mental Juara & Kepemimpinan: Direktur olahraga Igli Tare dan pelatih Massimiliano Allegri menekankan bahwa Modric akan menjadi motor mental, teladan profesionalisme, dan mentor bagi skuad muda Milan.
Ambisi Milan & Kehormatan Pribadi: Meskipun ada tawaran dari klub di MLS dan Arab Saudi, Modric memilih Milan karena ingin tetap bermain di level teratas dan memenuhi impian masa kecilnya, terinspirasi oleh Zvonimir Boban.
