Jakarta, 15 Juli 2025 — Malam yang biasanya tenang di kawasan Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, mendadak berubah mencekam setelah seorang pria ditemukan terkapar di trotoar dalam kondisi berlumuran darah. Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa malam, 14 Juli 2025, sekitar pukul 22.30 WIB, dan langsung menggemparkan warga sekitar.
Menurut sejumlah saksi mata, pria tersebut tampak berjalan sempoyongan sebelum jatuh tersungkur di trotoar. Dalam kondisi sekarat, ia sempat berteriak meminta pertolongan dan mengaku telah ditusuk oleh seseorang. Beberapa detik setelah itu, tubuhnya ambruk dan tidak lagi bergerak. Beberapa warga yang awalnya takut mendekat, akhirnya mencoba menolong dengan peralatan seadanya, sambil menelepon pihak berwajib dan ambulans.
Kronologi Kejadian dari Saksi Mata
Yanto (43), pedagang rokok yang sehari-hari berjualan tak jauh dari lokasi kejadian, menjadi salah satu saksi pertama yang mendengar teriakan korban.
“Awalnya saya kira ada orang mabuk. Tapi pas saya lihat dia pegang perut dan berdarah-darah, saya langsung panik. Dia sempat teriak ‘saya ditusuk’, terus jatuh. Warga lain juga bingung mau nolong atau enggak, karena darahnya banyak banget,” kata Yanto.
Tak lama setelah kejadian, kerumunan mulai terbentuk di sekitar lokasi. Beberapa warga mencoba menghentikan kendaraan yang lewat untuk meminta bantuan. Seorang pengemudi ojek online yang kebetulan melintas juga ikut menenangkan warga dan menghubungi layanan darurat melalui aplikasi.
Tiba-Tiba Meninggal Dunia di Lokasi
Sayangnya, saat tim medis dari PMI dan petugas kepolisian tiba di lokasi sekitar 15 menit kemudian, korban sudah dalam kondisi tak bernyawa. Ia dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk yang parah, diduga mengenai organ vital.
Pihak kepolisian dari Polsek Tanah Abang langsung memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Cipto Mangunkusumo untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Identitas Masih Belum Terungkap
Sampai berita ini ditulis, pihak kepolisian masih belum bisa mengidentifikasi korban. Korban tidak membawa kartu identitas apapun, baik KTP, SIM, maupun dokumen pribadi lainnya. Diperkirakan korban berusia antara 30 hingga 40 tahun dan mengenakan jaket hitam, celana jeans, serta sepatu kasual.
Kapolsek Tanah Abang, Kompol Dedi Harmawan, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif. “Kami sudah mengirim jenazah ke RSCM untuk autopsi. Tim Inafis sedang berupaya mengidentifikasi korban melalui sidik jari dan fitur wajah. Kami juga sedang menyisir CCTV yang ada di sekitar lokasi dan rute korban sebelum ditemukan,” ujarnya.
Penyisiran dan Pemeriksaan CCTV
Tim Reskrim dan Inafis kini menyisir lokasi dalam radius 500 meter untuk mencari kemungkinan lokasi kejadian sebenarnya. Dugaan sementara, korban mengalami penyerangan di tempat lain dan berjalan menuju tempat kejadian sebelum akhirnya ambruk dan meninggal.
“Dari arah luka dan banyaknya darah di baju, diduga korban mengalami luka tusuk di bagian perut dan dada. Tapi untuk memastikan, kami menunggu hasil autopsi. CCTV dari minimarket dan ruko di dekat TKP sedang kami kumpulkan,” tambah Kompol Dedi.
Kekhawatiran Warga dan Rasa Aman yang Menurun
Kejadian ini memicu kekhawatiran masyarakat sekitar. Meski terletak di kawasan pusat kota dan ramai pada siang hari, suasana di sepanjang Jalan KH Mas Mansyur mulai sepi dan minim penerangan setelah pukul 21.00 WIB. Banyak warga mengeluhkan kurangnya patroli keamanan dan penerangan jalan yang tidak memadai.
Dian (29), karyawan toko elektronik yang bekerja tidak jauh dari tempat kejadian, mengatakan bahwa kejadian ini membuatnya takut pulang malam. “Biasanya saya jalan kaki dari halte ke kosan. Tapi mulai besok, saya mau bareng teman. Ini sudah terlalu sering ada kasus begal, jambret, sekarang malah sampai ada yang tewas,” katanya.
Langkah Polisi dan Imbauan untuk Masyarakat
Kapolsek Tanah Abang menegaskan bahwa kasus ini menjadi prioritas pihaknya. Polisi akan meningkatkan patroli malam di wilayah rawan, serta menggandeng warga untuk aktif dalam pengawasan lingkungan melalui pos ronda dan sistem keamanan lingkungan (siskamling).
“Kami minta warga untuk waspada, dan jangan ragu melapor jika melihat kejadian mencurigakan. Untuk pihak keluarga korban yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri yang disebutkan, harap segera menghubungi Polsek Tanah Abang atau datang langsung ke RSCM,” ujar Kompol Dedi.
Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyebarluaskan foto atau video korban di media sosial, demi menghormati privasi keluarga dan menjaga etika dalam pemberitaan
Hingga kini, motif penusukan masih menjadi misteri. Apakah ini merupakan tindakan kriminal acak, perampokan, atau masalah pribadi yang berujung pada kekerasan masih dalam tahap penyelidikan. Polisi berjanji akan segera mengungkap pelaku dan memastikan keadilan ditegakkan.
Sementara itu, suasana duka masih terasa di lokasi kejadian. Karangan bunga dan lilin duka mulai diletakkan oleh warga yang merasa prihatin dengan insiden tersebut. Kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa keamanan di kota besar seperti Jakarta tetap memerlukan perhatian ekstra — baik dari pemerintah, aparat, maupun masyarakat itu sendiri.
