Damaskus, Suriah – Suasana mencekam melanda ibu kota Suriah pada Rabu malam waktu setempat, ketika ledakan dahsyat mengguncang wilayah pusat kota Damaskus. Serangan udara yang diduga kuat dilakukan oleh Israel tersebut menghantam fasilitas strategis milik Kementerian Pertahanan Suriah (Kemhan), menimbulkan kerusakan parah dan korban jiwa.
Menurut laporan dari media pemerintah Suriah (SANA), ledakan terjadi sekitar pukul 22.00 waktu Damaskus. Sistem pertahanan udara Suriah dilaporkan sempat berusaha menanggapi serangan tersebut, namun sejumlah rudal berhasil menembus dan mengenai target utama, termasuk sebuah gedung penting milik Kemhan yang disebut digunakan sebagai pusat koordinasi militer.
Video dan gambar yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api besar serta asap hitam membumbung dari kawasan strategis tersebut. Suara ledakan terdengar hingga radius beberapa kilometer, mengejutkan warga sipil yang tengah beraktivitas malam.
Seorang sumber militer Suriah yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa serangan itu “diluncurkan dari wilayah Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.” Ia menambahkan bahwa sejumlah rudal berhasil dicegat, tetapi beberapa lainnya menghantam fasilitas militer dan menyebabkan kerusakan besar.
Korban Jiwa dan Kerusakan
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban tewas, namun sejumlah media lokal melaporkan adanya korban jiwa di kalangan militer dan sipil. Petugas medis telah dikerahkan ke lokasi kejadian, sementara tim pemadam kebakaran terus berusaha memadamkan api dan mengamankan area sekitar.
Gedung yang diserang diyakini menjadi pusat komunikasi militer dan logistik Suriah yang memiliki kaitan erat dengan kehadiran pasukan Iran di negara tersebut — hal yang selama ini menjadi target utama Israel dalam berbagai serangan sebelumnya.
Respons Suriah dan Internasional
Pemerintah Suriah mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan nasional.” Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Suriah menyatakan bahwa tindakan Israel merupakan upaya destabilisasi kawasan dan akan mendapatkan balasan yang sesuai.
Hingga kini, pihak Israel belum memberikan komentar resmi terkait serangan ini. Sesuai kebijakan mereka, Israel jarang mengonfirmasi keterlibatan dalam operasi militer di Suriah, meskipun sebelumnya mereka secara terbuka mengakui telah melancarkan ratusan serangan terhadap posisi militer Iran dan Hizbullah di wilayah Suriah dalam beberapa tahun terakhir.
Kondisi Terkini di Damaskus
Pasca serangan, wilayah Damaskus dijaga ketat oleh aparat keamanan dan militer. Jalan-jalan utama menuju lokasi ledakan ditutup, sementara warga diminta untuk tetap di dalam rumah dan menghindari area terdampak. Suasana kota yang biasanya tenang di malam hari berubah menjadi penuh kepanikan dan kekhawatiran.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, termasuk situasi di Gaza dan Lebanon, serta konflik berkepanjangan antara Iran dan Israel yang turut mempengaruhi dinamika di Suriah.
