Bandung, Mata4.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menegaskan pentingnya peran ahli gizi di setiap Satuan Pengelola Pangan dan Gizi (SPPG) dalam memastikan kualitas dan keamanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan ini disampaikan menyusul berbagai evaluasi pemerintah terkait maraknya kasus keracunan makanan di sekolah.
“Selama ini ahli gizi di setiap SPPG tidak berfungsi dengan baik. Kalau mereka berfungsi dengan baik, tidak akan terjadi keracunan. Kita harap dengan adanya evaluasi, jangan sampai ahli gizi di setiap SPPG tak berfungsi dengan baik lagi,” ujar Yahya, Rabu (1/10/2025).
Pengawasan Ketat di Setiap Tahapan
Politikus Partai Golkar ini menjelaskan bahwa pengawasan oleh ahli gizi diperlukan di seluruh tahapan pengolahan makanan, mulai dari bahan baku, pemasakan, pemorsian, hingga distribusi. Badan Gizi Nasional (BGN) telah menugaskan tiga orang di setiap SPPG, terdiri dari ketua, ahli gizi, dan ahli akuntansi, untuk menjamin kualitas dan keamanan makanan.
Menurut data Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) per Jumat (26/9), korban keracunan MBG telah mencapai 7.368 orang, menjadikan insiden ini sorotan nasional. Sebagai respons, BGN menonaktifkan 56 dapur penyedia MBG untuk evaluasi menyeluruh dan perbaikan sistem pengelolaan serta pengawasan.

Dukungan Komisi IX untuk Perbaikan MBG
Meskipun terjadi insiden, Yahya menegaskan bahwa Komisi IX DPR tetap mendukung program MBG karena tujuan utamanya mulia, yaitu mencetak generasi muda Indonesia yang sehat dan cerdas menjelang tahun 2045.
“Kita tetap mendukung MBG yang dievaluasi tata kelolanya. MBG program yang mulia untuk mencetak generasi cemerlang tahun 2045, melalui perbaikan gizi,” kata Yahya.
Selain itu, pemerintah mewajibkan setiap dapur MBG memiliki Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS). Yahya menekankan bahwa sertifikat ini harus dijadikan jaminan mutu dan keselamatan, bukan sekadar stempel administratif.
“Yang paling penting adalah mutu menu dan kualitas pengawasan di lapangan. Sertifikat harus memastikan bahwa dapur MBG aman, bersih, dan mampu menjaga gizi layak bagi anak-anak sekolah,” tegasnya.
Langkah Perbaikan dan Harapan
Dalam proses evaluasi, BGN bersama Komisi IX DPR berkomitmen memperbaiki sistem pengawasan dan tata kelola program MBG agar kejadian serupa tidak terulang. Fokus utama adalah memastikan kesehatan, keamanan, dan kecukupan gizi bagi seluruh peserta didik yang menerima program ini.
Baca Juga:
bobby nasution disorot soal razia pelat
Program MBG, meskipun sempat menghadapi tantangan, tetap menjadi salah satu inisiatif penting pemerintah untuk mencetak generasi muda Indonesia yang sehat dan berprestasi, sejalan dengan visi pembangunan bangsa ke depan.
