Bekasi, Mata4.com – Di balik popularitas air minum alkali merek Pristine, terdapat sosok generasi ketiga keluarga besar Sinarmas Group yang menjadi penggerak utamanya. Ia adalah Fuganto Widjaja, pengusaha muda yang membawa sentuhan modern dalam bisnis air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia.
Asal-usul dan Teknologi di Balik Pristine
Pristine dikenal sebagai air mineral yang diolah dengan teknologi ionisasi dari Jepang. Proses tersebut menghasilkan air dengan tingkat basa pH 8.6+, yang diyakini mampu menyeimbangkan kadar asam tubuh dan membantu penyerapan cairan lebih cepat berkat ukuran molekul air yang lebih kecil.
Kini, Pristine menjadi salah satu merek air minum dalam kemasan yang digemari masyarakat Indonesia, bersaing dengan merek besar seperti Aqua, Le Minerale, dan Cleo.
Produk ini diproduksi oleh PT Super Wahana Tehno, perusahaan hasil kolaborasi antara Nihon Trim Co. Ltd asal Jepang dan Sinarmas Group dari Indonesia. Kantor pusatnya berada di BSD, Tangerang, sementara fasilitas produksinya berlokasi di Bogor, Jawa Barat.
Sosok Pemilik: Fuganto Widjaja
Fuganto Widjaja lahir pada 29 Oktober 1981. Ia merupakan cucu dari Eka Tjipta Widjaja, pendiri Sinarmas Group pada tahun 1962. Ia menyelesaikan pendidikan tinggi di luar negeri — meraih gelar Ilmu Komputer dan Ekonomi dari Cornell University (2003) serta Magister Keuangan dari Cambridge University (2004).
Fuganto adalah putra Indra Widjaja, salah satu petinggi Sinarmas Group, sekaligus keponakan dari Franky Oesman Widjaja dan Muktar Widjaja. Berdasarkan laporan Forbes (Desember 2024), keluarga Widjaja memiliki kekayaan mencapai US$18,9 miliar atau sekitar Rp313 triliun, menempatkan mereka di jajaran keluarga terkaya di Indonesia.
Awal Karier dan Kiprah Bisnis
Sebelum terjun ke bisnis keluarga, Fuganto sempat berkarier di luar negeri. Ia memulai karier profesional di lembaga keuangan UBS Swiss pada tahun 2003. Dua tahun kemudian, ia kembali ke Indonesia dan dipercaya ikut mengembangkan Bank Sinarmas.
Setelah itu, ia menapaki karier di sektor energi dan sumber daya alam dengan memimpin PT Golden Energy Mines Tbk, perusahaan tambang batubara di bawah naungan Sinarmas. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan tersebut berkembang pesat dan memperluas operasi internasional.
Pada 2015, Fuganto mencuri perhatian publik setelah berhasil mengkonsolidasikan akuisisi Asia Resources Minerals Plc, induk perusahaan PT Berau Coal Energy, dari tangan pengusaha Nathaniel Rothschild. Langkah tersebut memperkuat posisi Sinarmas Group di industri energi dan pertambangan.
Selain itu, Fuganto pernah menjabat posisi strategis di sejumlah perusahaan besar, antara lain:

- Komisioner PT Golden Energy Mines (2016–2022)
- Presiden Komisaris PT Dian Swastatika Sentosa dan PT DSSP Power Sumsel
- Presiden Direktur PT Berau Coal Energy (2015–2021)
- Presiden Komisaris PT Sinar Mas Multiartha dan PT Roundhill Capital Indonesia
Kini, ia menjabat sebagai Executive Chairman di Golden Energy & Resources Pte Ltd (GEAR) yang berbasis di Singapura.
Perjalanan Bisnis Air Minum Pristine
Kisah Pristine bermula sekitar tahun 2005–2006, ketika Fuganto mendapat mandat untuk mengembangkan bisnis baru di luar lini utama Sinarmas. Bermodal tim kecil beranggotakan tiga staf dan satu office boy, ia mulai merintis produk air minum berbasis teknologi Jepang.
Pada November 2006, Fuganto resmi bekerja sama dengan Nihon Trim Co. Ltd untuk memproduksi air alkali berkualitas tinggi. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi utama keunggulan Pristine — air minum dengan pH tinggi yang diklaim lebih mudah diserap tubuh dan membantu menjaga keseimbangan asam-basa.
Pristine kemudian diposisikan sebagai air minum berkonsep gaya hidup sehat dan modern. Pada 2021, produk ini melakukan rebranding dari Pristine 8+ menjadi Pristine 8.6+.
Kini, Pristine hadir dalam berbagai ukuran kemasan — mulai dari 400 ml, 600 ml, 1.500 ml, hingga 19 liter. Distribusinya telah mencakup seluruh wilayah Indonesia melalui jaringan minimarket, supermarket, dan agen distribusi Sinarmas.
Pristine bukan sekadar produk air minum, melainkan cerminan transformasi bisnis keluarga besar Sinarmas di tangan generasi mudanya. Di bawah kepemimpinan Fuganto Widjaja, inovasi teknologi, kolaborasi global, dan semangat kewirausahaan modern menjadikan Pristine salah satu merek air alkali lokal yang mampu bersaing dengan pemain global di industri AMDK.
