Bekasi, Mata4.com – Sorotan dunia internasional tertuju pada Kalimantan Selatan. Provinsi yang dijuluki Bumi Antasari ini menjadi bintang utama dalam Bazar Amal Tahunan ke-56 Women’s International Club (WIC) Jakarta, memberikan ruang istimewa bagi kekayaan seni dan budayanya. Acara bergengsi yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Rabu (19/11/2025), tersebut menghadirkan nuansa Borneo yang kental dan memukau ribuan pengunjung.
Gubernur Kalsel, H. Muhidin, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Dalam sambutannya, ia menyebut kesempatan ini sebagai kehormatan besar bagi provinsi yang dipimpinnya. Apresiasi setinggi-tingginya ia sampaikan kepada WIC yang telah memberikan ruang istimewa bagi Kalimantan Selatan sebagai provinsi mitra unggulan.
“Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami karena Provinsi Kalimantan Selatan mendapat ruang istimewa untuk ikut menjadi bagian penting dari acara amal internasional terbesar yang diselenggarakan WIC,” ujar Muhidin penuh syukur.
Mengangkat tema “The Soul of Borneo”, WIC menampilkan jati diri Kalsel secara autentik. Menurut Muhidin, tema tersebut bukan sekadar slogan, tetapi cerminan nyata dari kekayaan seni, budaya, dan kearifan lokal masyarakatnya. Mulai dari tarian tradisional, kerajinan tangan, kain-kain khas, hingga kuliner Banjar yang menggugah selera, seluruhnya menyatu dalam perayaan budaya yang hangat.
Pengunjung bazar pun disuguhi berbagai atraksi budaya—mulai dari Tari Baksa Kembang yang anggun, alunan musik tradisional, hingga deretan produk UMKM dan makanan khas Banua. “Kami bangga budaya Kalimantan Selatan dapat dipersembahkan secara langsung,” ungkap Muhidin.
Lebih dari sekadar pameran, Muhidin berharap acara ini memperkuat solidaritas sosial dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga memastikan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap penyelenggaraan bazar amal ini agar berjalan lancar, aman, dan memberikan dampak sosial yang signifikan.

Acara tersebut turut dihadiri Istri Wakil Presiden RI, Selvia Ananda, yang memuji kesempatan besar bagi Kalsel untuk mempromosikan potensinya di tingkat global. “Di sini kita akan memperkenalkan potensi-potensi apa saja yang dimiliki oleh Provinsi Kalimantan Selatan,” kata Selvia.
Ketua WIC Jakarta, Nazneen Khubchandani, menyampaikan kebanggaannya dapat bermitra dengan Kalsel. Ia menegaskan bahwa kekayaan budaya dan keramahan masyarakat Kalsel sejalan dengan moto WIC, “Persahabatan Melalui Pemahaman.”
“Tahun ini, kami sangat bangga menjadikan Kalimantan Selatan sebagai provinsi mitra unggulan kami, sebuah wilayah yang dikenal akan kekayaan budaya, keindahan alam, dan keramahan masyarakatnya,” ujar Nazneen.
Dalam laporan kegiatannya, Nazneen juga memaparkan dampak positif bazar amal WIC tahun-tahun sebelumnya. Selama lima tahun terakhir, WIC telah membantu 300 lansia dan 250 anak-anak melalui program kesejahteraan, serta memberikan beasiswa kepada 50 mahasiswa untuk mendukung pendidikan mereka. Selain itu, dana dari Komite Hasil Bazaar (BPC) juga telah disalurkan kepada 11 institusi yang membutuhkan, membawa harapan dan peningkatan kualitas hidup bagi banyak orang.
Partisipasi Kalimantan Selatan dalam bazar tahun ini menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan budaya Nusantara ke kancah internasional. Melalui panggung WIC, Kalsel berhasil menunjukkan bahwa “The Soul of Borneo” bukan hanya tema, tetapi identitas yang hidup dan memikat dunia.
