Bekasi, Mata4.com — Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) merupakan salah satu cedera yang umum terjadi pada pelari maupun individu yang aktif berolahraga. Cedera ini terjadi pada ligamen utama di lutut yang berfungsi menjaga stabilitas gerak. Para ahli kesehatan olahraga mengingatkan masyarakat untuk memahami faktor risikonya agar dapat melakukan pencegahan sejak dini.
Cedera ACL tidak hanya terjadi pada atlet profesional, tetapi juga dapat dialami oleh pelari rekreasional, terutama jika aktivitas dilakukan tanpa persiapan fisik yang memadai.
Berikut tujuh faktor risiko cedera ACL yang perlu diwaspadai:
1. Kurangnya Pemanasan
Pemanasan yang tidak optimal dapat membuat otot dan ligamen kurang siap menerima tekanan. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan terjadinya cedera saat mulai berlari.
2. Ketidakseimbangan Otot
Kekuatan otot paha depan (quadriceps) dan paha belakang (hamstring) yang tidak seimbang sering menjadi salah satu pemicu cedera. Ketidakseimbangan membuat lutut lebih rentan mengalami tekanan berlebih.
3. Teknik Lari yang Kurang Tepat
Kesalahan teknik, seperti pendaratan kaki yang salah, langkah terlalu panjang, atau postur punggung yang tidak stabil, dapat mempengaruhi tekanan pada lutut.
4. Permukaan Lari Tidak Stabil
Berlari pada jalan yang licin, berlubang, atau tidak rata meningkatkan risiko terkilir dan cedera pada persendian, termasuk robekan ACL.
5. Sepatu yang Tidak Sesuai
Penggunaan sepatu lari yang sudah aus atau tidak sesuai bentuk kaki dapat memengaruhi pola gerak sehingga menambah tekanan pada lutut.

6. Kelelahan Berlebih
Kondisi tubuh yang lelah membuat koordinasi berkurang dan stabilitas gerakan menurun. Pada titik ini, cedera lebih mudah terjadi.
7. Riwayat Cedera Lutut
Seseorang yang pernah mengalami cedera lutut berpeluang lebih besar mengalami cedera ulang, terutama jika pemulihan atau rehabilitasinya belum optimal.
Para profesional kesehatan merekomendasikan pelari untuk melakukan latihan penguatan otot, menjaga teknik lari yang benar, serta menggunakan perlengkapan yang sesuai. Selain itu, memahami kapasitas tubuh dan tidak memaksakan diri dapat membantu mengurangi risiko cedera.
Jika muncul rasa nyeri hebat atau ketidakstabilan pada lutut setelah berlari, masyarakat disarankan segera melakukan pemeriksaan ke tenaga medis berkompeten untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
