Jakarta, Mata4.com – PT Astra Honda Motor (AHM), produsen sepeda motor terbesar di Indonesia, hingga kini masih menunggu kejelasan mengenai kebijakan insentif dari pemerintah terkait kendaraan listrik, khususnya motor listrik. Pernyataan ini muncul di tengah momentum pemerintah yang semakin gencar mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya nasional untuk mengurangi emisi karbon dan mempercepat transisi energi yang berkelanjutan.
Percepatan Transisi Energi Nasional dan Peran Kendaraan Listrik
Pemerintah Indonesia telah menetapkan target ambisius dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) untuk meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Salah satu strategi utama adalah mengembangkan ekosistem kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat, yang diharapkan mampu menurunkan emisi gas rumah kaca dan memperbaiki kualitas udara perkotaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan dan regulasi pendukung mulai diterbitkan, termasuk Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. Regulasi ini membuka peluang bagi produsen kendaraan listrik serta memberikan dasar hukum untuk insentif fiskal dan non-fiskal.
AHM: Produsen Motor Terbesar yang Fokus pada Motor Listrik
Sebagai perusahaan yang menguasai pangsa pasar sepeda motor di Indonesia lebih dari 70 persen, AHM memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah. Perusahaan telah meluncurkan beberapa model motor listrik, sekaligus melakukan riset dan pengembangan teknologi untuk menghadirkan produk yang kompetitif dan ramah lingkungan.
Namun demikian, Direktur Pemasaran AHM, Andi Santoso, menegaskan bahwa pelaku industri masih memerlukan kejelasan dan kepastian dari pemerintah mengenai insentif yang akan diterapkan.
“Kami menyambut baik kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan kendaraan listrik. Namun, untuk bisa mempercepat penetrasi motor listrik, kami sangat membutuhkan kepastian terkait insentif yang akan diberikan, baik dari sisi fiskal maupun non-fiskal,” ujar Andi dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (16/9).
Pentingnya Insentif untuk Mendorong Peralihan Konsumen
Saat ini, harga motor listrik masih lebih tinggi dibandingkan dengan motor konvensional yang menggunakan bahan bakar fosil. Faktor ini menjadi hambatan utama bagi konsumen untuk beralih ke kendaraan listrik.
Insentif yang diharapkan oleh pelaku industri antara lain:
- Pengurangan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN),
- Subsidi langsung atau insentif harga untuk pembeli kendaraan listrik,
- Fasilitas kredit dengan bunga rendah,
- Dukungan pengembangan dan perluasan infrastruktur pengisian baterai (charging station).
Dengan adanya insentif tersebut, diharapkan harga jual motor listrik dapat ditekan sehingga lebih kompetitif dan menarik bagi masyarakat luas.
Infrastruktur Pengisian Baterai: Kunci Pendukung Adopsi Motor Listrik
Salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan pasar kendaraan listrik adalah ketersediaan infrastruktur pengisian baterai yang memadai dan tersebar luas. Saat ini, jaringan charging station masih terbatas, terutama di luar kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Perhubungan tengah mengembangkan program percepatan pembangunan infrastruktur ini, bekerjasama dengan berbagai BUMN dan swasta. Namun, percepatan dan ekspansi jaringan masih memerlukan waktu dan investasi besar.
AHM sendiri telah melakukan studi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan solusi pengisian baterai yang efisien, termasuk teknologi fast charging dan battery swapping.
Edukasi dan Sosialisasi kepada Konsumen
Selain aspek harga dan infrastruktur, edukasi dan sosialisasi juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap kendaraan listrik. Banyak konsumen masih memiliki kekhawatiran terkait performa motor listrik, masa pakai baterai, biaya perawatan, dan keandalan secara umum.
AHM melakukan berbagai kampanye edukasi melalui media sosial, event otomotif, dan kerja sama dengan komunitas motor listrik untuk memberikan informasi yang transparan dan edukatif kepada calon pembeli.
Tantangan dan Hambatan Lain dalam Industri Motor Listrik
Selain harga, infrastruktur, dan edukasi, masih ada beberapa tantangan lain yang dihadapi industri kendaraan listrik di Indonesia, yaitu:
- Kesiapan rantai pasokan dan industri komponen dalam negeri, yang masih terbatas terutama untuk baterai dan komponen elektronik khusus.
- Regulasi dan standar teknis, yang masih terus dikembangkan untuk memastikan keamanan dan kualitas kendaraan listrik.
- Persaingan dari motor konvensional dan kendaraan listrik impor, yang dapat memengaruhi harga dan daya saing produk dalam negeri.
Komitmen AHM dalam Mendukung Kebijakan Pemerintah
Meski menghadapi tantangan, AHM tetap berkomitmen mendukung program pemerintah untuk mempercepat penggunaan kendaraan listrik. Perusahaan terus melakukan inovasi dan pengembangan produk dengan teknologi terbaru serta menjajaki peluang kerja sama strategis dalam ekosistem kendaraan listrik.
AHM berharap pemerintah dapat segera memberikan kejelasan terkait insentif dan kebijakan pendukung lain agar industri dapat berkontribusi maksimal terhadap target nasional pengurangan emisi karbon dan pengembangan teknologi ramah lingkungan.
Pandangan Pemerintah dan Pakar Industri
Sementara itu, Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa insentif kendaraan listrik merupakan bagian dari kebijakan jangka panjang untuk membangun industri otomotif yang berkelanjutan di Indonesia. Pemerintah juga sedang menyiapkan regulasi lanjutan yang akan mengatur insentif fiskal dan non-fiskal secara lebih rinci.
Pakar energi dan otomotif juga menilai bahwa dukungan insentif dan pengembangan infrastruktur merupakan kunci utama agar kendaraan listrik bisa diterima luas oleh masyarakat dan mencapai target pemerintah.
Kesimpulan
Kepastian kebijakan insentif dari pemerintah menjadi faktor penentu bagi percepatan adopsi motor listrik di Indonesia. PT Astra Honda Motor sebagai pemain utama di industri sepeda motor menunggu keputusan yang jelas agar dapat menyesuaikan strategi bisnis dan memperluas pasar kendaraan listrik yang ramah lingkungan.
Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, industri, dan masyarakat, diharapkan transisi menuju transportasi berkelanjutan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat luas bagi lingkungan dan perekonomian nasional.

