Jakarta,Mata4.com — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) , menyampaikan bahwa total kerugian infrastruktur akibat aksi demonstrasi yang berujung ricuh dalam beberapa pekan terakhir ditaksir mencapai Rp950 miliar.
Angka tersebut, menurut AHY, berasal dari laporan sementara sejumlah pemerintah daerah dan instansi terkait. “Kerusakan terjadi di berbagai fasilitas publik, mulai dari jalan raya, trotoar, hingga gedung pelayanan masyarakat,” ujar AHY usai menghadiri rapat koordinasi di Jakarta, Jumat (4/9/2025).
Rincian Kerusakan
Berdasarkan data yang disampaikan, kerugian terbesar tercatat pada infrastruktur transportasi dan fasilitas umum. Beberapa contoh kerusakan meliputi:
- Jalan utama dan trotoar yang rusak di beberapa kota besar.
- Fasilitas transportasi publik, seperti halte bus dan rambu lalu lintas.
- Gedung pemerintahan yang mengalami kerusakan pada kaca, pagar, dan interior.

Upaya Pemerintah
Pemerintah menegaskan telah menyiapkan langkah pemulihan infrastruktur yang terdampak. Perbaikan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian, dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun daerah.
“Pemulihan harus dilakukan secepatnya agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal,” kata AHY.
Selain pemulihan fisik, pemerintah juga mengevaluasi mekanisme pengamanan agar kejadian serupa tidak menimbulkan kerugian lebih besar di masa mendatang.
Tanggapan Publik
Sejumlah pengamat dan organisasi masyarakat sipil menilai laporan kerugian tersebut penting sebagai bentuk transparansi pemerintah. Namun, mereka juga mengingatkan agar perhatian tidak semata-mata tertuju pada kerugian material, melainkan juga pada penyelesaian aspirasi yang menjadi latar belakang demonstrasi.
Kerugian infrastruktur akibat aksi demo ricuh yang ditaksir mencapai Rp950 miliar menjadi sorotan pemerintah maupun publik. Di satu sisi, percepatan pemulihan fasilitas umum diperlukan demi kelancaran aktivitas masyarakat. Di sisi lain, penyelesaian akar permasalahan yang memicu demonstrasi dinilai sama pentingnya untuk mencegah terulangnya kerugian serupa di masa depan.
