Bekasi, Mata4.com – Puluhan orang menggelar aksi bela Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta Pusat, jelang berlangsungnya Reuni Aksi 2 Desember atau 212 yang dijadwalkan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada Selasa (2/12/2025) malam. Aksi ini menjadi rangkaian solidaritas terhadap warga Gaza yang masih menghadapi krisis kemanusiaan akibat agresi Israel.
Komisi Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia (MUI), Bunyan Saptomo, mengatakan aksi tersebut bertujuan mendesak Amerika Serikat untuk menekan Israel agar membuka akses perbatasan Gaza. “Yang kita tuntut agar segera Amerika bisa mendesak Israel membuka perbatasan Gaza,” ujar Bunyan di lokasi aksi.
Ia menambahkan bahwa selain menyerukan penghentian kekerasan, para peserta aksi juga mendorong agar Amerika Serikat berperan lebih jauh dalam mewujudkan pembentukan negara Palestina sebagai jalan menuju perdamaian di kawasan Timur Tengah. “Setelah tercapai perdamaian di Gaza, kita harapkan Amerika mendorong untuk tercapainya negara Palestina yang bisa mewujudkan perdamaian di kawasan Timur Tengah,” jelasnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan ratusan peserta aksi telah memadati area depan Kedubes AS sejak sore hari. Mereka mengenakan atribut khas solidaritas Palestina, mulai dari syal hitam-putih hingga syal hitam-merah. Banyak peserta membawa bendera Palestina dan Indonesia, sementara yang lain mengangkat poster yang mengecam agresi Israel.
Beberapa spanduk besar tampak membentang, berisi seruan untuk menghentikan kerusakan lingkungan serta kekerasan kemanusiaan. Sebuah poster bertuliskan “Another day of watching Israel break the ceasefire deal” turut terlihat sebagai bentuk protes terhadap dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel.
Aksi berlangsung tertib dan terorganisasi. Massa memenuhi area depan panggung kecil yang disiapkan panitia. Meski jumlah peserta terus bertambah, situasi di sekitar lokasi tetap aman dan terkendali. Aparat kepolisian, termasuk polisi berpeci dan polwan berhijab, tampak berjaga untuk memastikan jalannya aksi berjalan damai hingga massa bergerak menuju Monas pada malam hari.
