Bekasi, Mata4.com – Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) mendesak Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta untuk segera melakukan audit usia pohon di seluruh wilayah Jakarta. Langkah ini dinilai penting sebagai upaya mitigasi agar pohon tidak mudah tumbang dan membahayakan keselamatan warga maupun fasilitas publik.
Ketua FKBI, Tulus Abadi, menyoroti bahwa dalam tiga bulan terakhir sudah terjadi dua kasus warga meninggal akibat tertimpa pohon tumbang. Terbaru, sebuah pohon besar tumbang di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, pada Kamis (20/11/2025). Meski kejadian tersebut tidak memakan korban, namun menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah.
Menurut Tulus, cuaca ekstrem yang semakin tidak menentu membuat keberadaan pohon rawan tumbang menjadi ancaman serius. Ia menilai sudah seharusnya Distamhut DKI melakukan audit menyeluruh terhadap usia pohon dan tingkat kerawanannya. Pohon yang berpotensi membahayakan perlu segera ditebang, dipangkas, atau diganti dengan jenis yang lebih kuat.
Tulus juga menilai tumbangnya pohon menunjukkan kurang optimalnya perawatan rutin serta kurangnya mitigasi oleh Pemprov DKI. Selain itu, pengecekan acak (random check) terhadap kondisi pohon, terutama yang berada di pinggir jalan raya, dinilai belum dilakukan secara maksimal.

Korban Bisa Tuntut Ganti Rugi
FKBI mengingatkan bahwa warga yang menjadi korban pohon tumbang berhak menuntut ganti rugi kepada Pemprov DKI Jakarta, baik secara materiil maupun immateriil. Untuk saat ini, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan (Sudin Tamhut) Jakarta Selatan menyediakan santunan bagi warga yang terdampak.
Besaran santunan yang diberikan yakni Rp25 juta bagi korban meninggal dunia, sementara korban cacat, kerusakan bangunan, atau barang bergerak dapat menerima santunan hingga Rp50 juta.
Antisipasi Pemerintah DKI
Sebagai langkah mitigasi, Distamhut DKI Jakarta telah memangkas 62.161 pohon yang dinilai rentan tumbang saat musim hujan disertai angin kencang. Meski begitu, FKBI menilai pemangkasan saja tidak cukup tanpa audit menyeluruh yang memetakan kondisi pohon secara akurat.
Dengan intensitas cuaca yang makin ekstrem, FKBI berharap Pemprov DKI lebih proaktif dalam merawat pohon serta memastikan keselamatan publik tetap menjadi prioritas utama.
