Jakarta, 28 Juli 2025 — Industri baja nasional tengah menghadapi ujian berat. Baja impor yang membanjiri pasar domestik dengan harga sangat murah membuat para pelaku industri lokal nyaris terjepit. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Komisi VI angkat suara keras, memperingatkan bahwa kondisi ini jika dibiarkan bisa menghancurkan industri baja dalam negeri yang selama ini menjadi tulang punggung pembangunan nasional.
“Baja impor yang masuk tanpa kendali ini sangat merugikan produsen lokal. Harga yang jauh di bawah biaya produksi membuat mereka sulit bertahan,” ungkap seorang anggota DPR saat ditemui di Gedung Parlemen, Jumat (tanggal). “Kalau dibiarkan, ini bukan cuma soal bisnis yang gulung tikar, tapi ancaman nyata bagi ketahanan industri nasional dan tenaga kerja yang bergantung di sektor ini.”
Dilema Para Produsen: Bertarung dengan Harga Murah
Fenomena banjir baja impor ini membuat banyak pabrik baja dalam negeri harus menekan biaya sampai titik maksimal. Beberapa pabrik bahkan terpaksa mengurangi produksi, sementara yang lain menutup operasi akibat tak mampu bersaing. Padahal, industri baja lokal tidak hanya memproduksi bahan baku untuk sektor konstruksi, otomotif, dan alat berat, tapi juga menyerap ribuan tenaga kerja.
“Pengurangan produksi berarti PHK masal. Ini bukan hanya kerugian bisnis, tapi juga masalah sosial,” tambahnya dengan nada prihatin.
Suara dari Pelaku Industri: Perlindungan Kini Jadi Harga Mati
Asosiasi Produsen Baja Nasional (APBN) juga menyuarakan keprihatinan yang sama. Ketua APBN menegaskan bahwa situasi ini sudah mendesak pemerintah untuk bertindak tegas. “Kami melihat banyak produk baja impor yang masuk dengan harga dumping, merusak pasar dan mengancam keberlangsungan produsen lokal,” katanya dalam konferensi pers.
APBN menuntut agar kebijakan antidumping dan kuota impor diperketat, serta meminta insentif fiskal agar produsen bisa meningkatkan kapasitas dan inovasi. “Tanpa dukungan pemerintah, kami sulit bersaing di pasar yang sudah penuh tekanan ini.”

www.service-ac.id
Peran Pemerintah: Antara Regulasi dan Implementasi
Pemerintah sebenarnya telah mengeluarkan berbagai kebijakan, seperti bea masuk antidumping dan kuota impor, untuk menahan laju baja impor. Namun, implementasinya dinilai masih lemah dan perlu diperkuat. Seorang analis industri mengungkapkan, “Kunci keberhasilan ada pada konsistensi dan koordinasi antar lembaga pemerintah. Jika tidak, kebijakan akan jadi sia-sia dan industri nasional tetap dalam bahaya.”
Membangun Kemandirian dan Daya Saing
Dalam jangka panjang, para ahli menekankan pentingnya pengembangan teknologi dan inovasi dalam industri baja nasional. “Kita harus bisa menghasilkan produk yang tidak hanya kompetitif harga, tapi juga berkualitas tinggi,” ujar pengamat industri.
Dukungan pemerintah yang kuat, mulai dari kebijakan protektif hingga insentif pengembangan teknologi, sangat dibutuhkan untuk menjaga agar industri baja nasional tetap bertahan dan berkembang.
Kesimpulan
Banjir baja impor memang menawarkan harga murah bagi konsumen, tapi jika tidak diatur dengan baik, justru akan menghancurkan industri dalam negeri yang merupakan sumber lapangan kerja dan motor penggerak ekonomi. Saatnya pemerintah, DPR, dan pelaku industri bersinergi untuk melindungi dan memperkuat industri baja nasional demi masa depan yang lebih baik.
