Jakarta, Mata4.com – Bea Cukai memberikan edukasi kepada mahasiswa melalui kegiatan kuliah umum di beberapa kampus, termasuk Universitas Halu Oleo, Universitas Lambung Mangkurat, dan Universitas Bangka Belitung (UBB).
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan peran Bea Cukai dalam mendukung perekonomian nasional, termasuk tugas dan fungsinya dalam pelayanan, pengawasan, serta kontribusi terhadap penerimaan negara.
Kegiatan Pertama di Kendari
Kegiatan pertama diselenggarakan oleh Bea Cukai Kendari dalam acara bertajuk ‘Kuliah Umum Bersama Praktisi’ di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Halu Oleo, Senin (20/10/2025).
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian program Sinergi dan Edukasi Keuangan Negara bagi Civitas Akademika (SENADA) yang diinisiasi Balai Diklat Keuangan Makassar bekerja sama dengan Bea Cukai Kendari.
Kegiatan Kedua di Pangkalpinang
Selanjutnya, Bea Cukai Pangkalpinang menggelar kuliah umum di Balai Besar Peradaban Gedung Rektorat UBB, Kamis (23/10/2025).

Mahasiswa diperkenalkan lebih mendalam mengenai peran APBN, serta tugas dan fungsi Kementerian Keuangan, sebagai bagian dari kolaborasi Bea Cukai dengan Kemenkeu Satu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan Ketiga di Banjarmasin
Kegiatan ketiga dilaksanakan oleh Kanwil Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan dalam acara Semarak Perpajakan dan Akuntansi 2025 bertema ‘Fiscal Tech Harmony: Membangun Sinergi Akuntansi Digital dan Sistem Cukai dalam Mewujudkan Akuntabilitas di Era 5.0’ di Universitas Lambung Mangkurat, Sabtu (25/10/2025).
Kolaborasi Akademik dan Pemerintah
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, menekankan bahwa kegiatan ini menjadi perwujudan sinergi Bea Cukai dengan dunia akademik, bertujuan memperkuat literasi keuangan negara dan menumbuhkan semangat kontribusi bagi kemajuan bangsa.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap mahasiswa dapat memahami peran strategis Bea Cukai dalam mendukung iklim usaha yang sehat dan mendorong ekspor nasional,” ujar Budi.
Bea Cukai menilai kolaborasi antara akademisi dan instansi pemerintah penting untuk meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap kebijakan fiskal, khususnya di bidang perpajakan dan kepabeanan.
