Bekasi, Mata4.com – Upaya memperkuat daya saing UMKM agar mampu menembus pasar global terus dilakukan Bea Cukai melalui beragam program pendampingan, edukasi, dan sosialisasi. Dua rangkaian kegiatan yang digelar di Malang dan Tulungagung menjadi bukti konkret komitmen Bea Cukai untuk membuka peluang ekspor bagi pelaku usaha lokal sekaligus memperkokoh perekonomian daerah.
Di Tulungagung, Bea Cukai Blitar menyelenggarakan Sosialisasi UMKM Go Ekspor di Warung Mertua. Acara ini dihadiri Kepala Bea Cukai Blitar, Nurtjahjo Budidananto, dengan narasumber dari Bea Cukai Blitar dan KPPN Blitar. Peserta didominasi pelaku usaha marmer dan batu alam se-Kabupaten Tulungagung, banyak di antaranya masih berstatus home industry.
Produk yang dihasilkan cukup beragam, mulai dari kerajinan marmer, ornamen dekoratif, hingga bahan bangunan seperti lantai dan meja. Melalui sosialisasi ini, para pelaku usaha mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai prosedur ekspor, ketentuan kepabeanan, penyusunan dokumen, hingga pemanfaatan fasilitas pemerintah untuk mempermudah akses ekspor bagi UMKM.
Bea Cukai menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pelaku UMKM hingga siap ekspor, menciptakan jembatan antara potensi produk lokal dengan pasar internasional yang memiliki daya serap tinggi.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengatakan kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa Bea Cukai tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga aktif memperkuat ekosistem UMKM berorientasi ekspor.
Menurutnya, peningkatan pengetahuan pelaku usaha tentang ekspor memiliki manfaat besar: mulai dari peluang kerja baru, peningkatan pendapatan daerah, hingga tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru berbasis industri lokal. “Melalui pendampingan berkelanjutan, Bea Cukai berupaya memastikan bahwa produk lokal dapat bersaing dan menjadi representasi kualitas Indonesia di pasar dunia,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Export Mentoring Program Perkuat Mental dan Strategi UMKM Malang
Di Malang, Bea Cukai kembali melanjutkan komitmennya melalui kegiatan Export Mentoring Program pada Rabu (12/11/2025). Program ini diikuti pelaku UMKM dari Malang Raya dan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Johan Pandores.
Dalam sambutannya, Johan menegaskan bahwa Bea Cukai memiliki peran penting sebagai fasilitator pertumbuhan ekonomi serta mitra strategis UMKM menuju pasar ekspor. Program mentoring ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis.
Sesi pertama menghadirkan Fernandez Raymond, pengusaha sekaligus trainer ekspor PPEJP Kemendag, yang mengajarkan strategi menarik perhatian buyer dalam business matching. Para peserta mempraktikkan langsung cara mempresentasikan produk, membuat penawaran yang menarik, hingga memaksimalkan negosiasi dengan calon pembeli internasional.
Sesi kedua dipandu Anggri Sartika Wiguna, Fasilitator Klinik Ekspor Bea Cukai Malang. Ia memberikan tes psikologi sederhana untuk membantu peserta mengenali karakter, mentalitas, dan ketangguhan diri dalam menghadapi tantangan ekspor. Pendekatan ini penting agar pelaku UMKM memiliki kesiapan mental saat berkompetisi di pasar global.
Dampak Positif Terasa Langsung bagi Pelaku UMKM
Kedua kegiatan tersebut memberikan dampak langsung bagi peserta. Pengetahuan pelaku usaha meningkat signifikan, baik dari sisi teknis ekspor maupun pemahaman terhadap kebutuhan buyer internasional. Selain itu, UMKM semakin percaya diri untuk melangkah ke pasar global dengan persiapan lebih matang.
Dengan ekosistem pendampingan yang terus diperkuat, Bea Cukai berharap produk-produk unggulan daerah dapat menjadi kebanggaan Indonesia di kancah global serta menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah.
