Bekasi, Mata4.com – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menegaskan langkah pengawasan ketat terhadap arus barang sepanjang 2025 sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi. Kebijakan ini dilakukan sejalan dengan Program Asta Cita Presiden melalui kerja Desk Pencegahan dan Pemberantasan Penyelundupan serta sinergi dengan Polri, Kejaksaan, TNI, pemerintah daerah, dan berbagai kementerian/lembaga terkait.
Dirjen Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, menyatakan bahwa penguatan pengawasan merupakan investasi jangka panjang bagi keamanan publik dan ketahanan ekonomi nasional.
“Kami memastikan setiap tindakan kembali pada tugas dan fungsi Bea Cukai: melindungi masyarakat dari barang berbahaya serta menjaga iklim usaha nasional dan penerimaan negara. Sinergi lintas lembaga adalah kunci keberhasilan,” ujarnya.
Capaian Penindakan Kanwil Bea Cukai Jakarta (Jan–Nov 2025)
Bidang Kepabeanan
Kanwil Bea Cukai Jakarta mencatat 885 penindakan, dengan komoditas utama berupa:
- obat-obatan dan kosmetik,
- barang pornografi,
- makanan dan minuman,
- elektronik,
- bahan kimia.
Dari penindakan tersebut, Rp2,62 miliar potensi kerugian negara berhasil diamankan.
Bidang Cukai
Terdapat 1.094 penindakan, dengan barang bukti:
- 41 juta batang rokok ilegal,
- 16.323 liter MMEA,
- 3.556 liter etil alkohol,
- 11,25 liter HPTL.
Total nilai barang mencapai Rp71,41 miliar, dengan Rp37,64 miliar potensi kerugian negara berhasil diselamatkan.
Proses pidana juga berjalan dengan 16 tersangka ditetapkan dan denda Rp8,04 miliar telah dijatuhkan.
Kepala Kanwil Bea Cukai Jakarta, Akhmad Rofiq, menyebut bahwa Operasi Macan Kemayoran tetap menjadi identitas utama pemberantasan barang kena cukai ilegal. Operasi ini, kata Rofiq, menjamin efek jera dan menjaga iklim usaha tetap sehat.

Penggagalan Penyelundupan Narkoba: Selamatkan 284 Ribu Jiwa
Sepanjang 2025, Bea Cukai Jakarta melakukan 78 sinergi penindakan bersama Polri, BNN, dan BPOM, dengan barang bukti total 162,6 kg narkoba:
- 40,5 kg sabu,
- 30,7 kg ganja,
- 43.772 butir ekstasi.
Penindakan ini diperkirakan menyelamatkan 284.534 jiwa dan menghemat biaya rehabilitasi negara hingga Rp250,8 miliar.
Penerimaan Negara Meningkat: Hampir Lampaui Target Tahunan
Hingga November 2025, Kanwil Bea Cukai Jakarta mencatat:
- Penerimaan bea masuk & cukai: Rp3,18 triliun
- Penerimaan pajak impor: Rp8,22 triliun
Realisasi itu telah mencapai 94,78% dari target tahunan, dan diproyeksikan melampaui 100% pada akhir tahun—tanda bahwa pengawasan yang ketat mendorong peningkatan kepatuhan.
Pemusnahan Barang Ilegal Bernilai Puluhan Miliar
Dalam rangka transparansi, Bea Cukai memusnahkan barang hasil penindakan berstatus BMMN, mencakup:
- 13,4 juta batang rokok (Rp16,2 miliar)
- potensi kerugian negara: Rp10,5 miliar
- 19.511 botol MMEA (12.864,82 liter) senilai Rp9,9 miliar
- potensi kerugian negara: Rp21,1 miliar
Pemusnahan dilakukan di Kanwil Bea Cukai Jakarta serta fasilitas PT Solusi Bangun Indonesia di Gunung Putri, dan disiarkan secara live.
Bea Cukai Tegaskan Komitmen Jaga Keamanan Negara
Dirjen Djaka kembali menegaskan komitmen institusi:
“Kami mengajak masyarakat dan pelaku usaha bekerja sama menjaga Indonesia dari barang ilegal. Pengawasan hanya efektif jika dibarengi kepatuhan dan dukungan publik. Bea Cukai akan terus berada di garda depan menjaga keamanan dan kesehatan bangsa.”
