Mojokerto, Mata4.com – Upaya pengungkapan fakta dan penyelidikan mendalam terhadap kejadian di jurang AMD, Dusun Sendi, Desa Pacet, Kecamatan Pacet, terus dilakukan oleh Kepolisian Resor (Polres) Mojokerto. Dalam koordinasi intensif dengan Polda Jawa Timur, Polres Mojokerto menerjunkan unit anjing pelacak (K9) untuk membantu pencarian dan olah tempat kejadian perkara (TKP) di area yang dikenal memiliki medan sulit tersebut.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari proses hukum dan investigasi, menyusul insiden kecelakaan yang terjadi di lokasi beberapa waktu lalu. Keputusan untuk melibatkan unit K9 menunjukkan bahwa penyelidikan dilakukan secara serius dan profesional dengan pendekatan teknis di lapangan yang mengedepankan akurasi dan kehati-hatian.
Latar Belakang: Insiden di Jurang AMD Sendi
Jurang AMD yang terletak di wilayah wisata Pacet sempat menjadi perhatian publik setelah terjadi kecelakaan tunggal yang melibatkan kendaraan pribadi. Kendaraan tersebut dilaporkan kehilangan kendali dan jatuh ke jurang sedalam lebih dari 30 meter. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, insiden tersebut menyisakan sejumlah tanda tanya, termasuk kondisi kendaraan, infrastruktur jalan, serta kemungkinan faktor lain yang menyebabkan kecelakaan.
Pasca kejadian, lokasi tersebut ditandai sebagai kawasan rawan dan menjadi titik pantau baru bagi aparat penegak hukum. Penyisiran lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian, sabotase, atau faktor-faktor non-teknis lainnya yang perlu ditelusuri.
K9 Diturunkan: Operasi Pelacakan dan Olah TKP
Unit anjing pelacak yang diterjunkan ke lokasi merupakan bagian dari Satuan K9 milik kepolisian yang dilatih secara khusus untuk mendeteksi jejak manusia, benda, atau sisa-sisa barang bukti yang tidak mudah ditemukan secara visual. Kehadiran unit ini ditujukan untuk membantu aparat dalam:
- Menelusuri sisa-sisa barang yang kemungkinan tercecer di jurang.
- Mengidentifikasi kemungkinan titik awal kecelakaan atau pergeseran kendaraan.
- Mendeteksi keberadaan barang yang mengandung jejak biologis atau kimiawi tertentu.
Kapolres Mojokerto melalui Kasat Reskrim menyampaikan bahwa langkah ini adalah bagian dari proses investigatif lanjutan.
“Kami menerjunkan unit K9 untuk membantu tim teknis di lapangan dalam proses pelacakan. Ini merupakan langkah lanjutan dari olah TKP guna memastikan tidak ada bukti yang terlewat. Prosedur ini dilakukan berdasarkan koordinasi dengan Polda Jatim dan mengikuti protokol penyelidikan standar,” jelasnya.
Medan yang Sulit dan Perlu Kehati-hatian Ekstra
Lokasi jurang AMD memiliki kontur yang ekstrem, berupa tebing terjal dan vegetasi lebat. Dalam kondisi seperti ini, proses pencarian dan pelacakan konvensional dinilai tidak cukup efektif. Oleh karena itu, unit K9 yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap aroma dan keberadaan benda tersembunyi menjadi pilihan strategis.
Tim pelacak dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil yang dipandu oleh pawang anjing dan anggota tim forensik. Penyisiran dilakukan secara sistematis, dengan titik fokus pada jalur kendaraan sebelum jatuh, lokasi tumbukan, dan dasar jurang.
Respons Warga dan Pihak Terkait
Masyarakat di sekitar lokasi kejadian mengapresiasi langkah cepat dan profesional dari aparat kepolisian. Banyak warga berharap penyelidikan ini tidak hanya menjawab pertanyaan terkait insiden sebelumnya, tetapi juga menjadi awal evaluasi terhadap keamanan infrastruktur di kawasan wisata tersebut.
“Kalau memang ada yang tidak beres, harus dibuka. Tapi kami juga ingin jalan ini diperbaiki, karena banyak yang lewat sini saat liburan,” ujar Sugeng, salah satu warga Desa Pacet.
Sementara itu, sejumlah aktivis keselamatan jalan dan komunitas pecinta alam juga memberikan catatan penting agar aparat tidak hanya fokus pada insiden, tetapi juga memperkuat aspek pencegahan kecelakaan di masa mendatang, termasuk rambu, pembatas jalan, dan rekayasa lalu lintas di kawasan menanjak dan menurun ekstrem.
Peran Unit K9 dalam Proses Penegakan Hukum
Unit K9 sudah menjadi bagian penting dari sistem pendukung investigasi di tubuh Polri. Dalam berbagai kasus—mulai dari pencarian korban bencana alam, pengungkapan kasus kriminal, hingga pelacakan narkotika—anjing pelacak terbukti dapat menemukan jejak atau bukti yang lolos dari observasi manusia.
Keterlibatan K9 dalam penyelidikan ini mencerminkan komitmen aparat untuk menjalankan investigasi dengan akurat, tidak terburu-buru, dan berbasis pada temuan lapangan, bukan asumsi.
Imbauan kepada Publik
Polres Mojokerto mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi mengenai proses penyelidikan di Jurang AMD Sendi. Aparat menegaskan bahwa setiap perkembangan akan disampaikan secara terbuka dan bertahap sesuai dengan hasil di lapangan.
“Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Jika ditemukan hal-hal signifikan, pasti akan kami informasikan secara resmi,” tegas perwakilan Humas Polres Mojokerto.
Penutup
Penerjunan unit anjing pelacak oleh Polres Mojokerto merupakan salah satu langkah konkret dalam menjalankan tugas penyelidikan secara profesional dan menyeluruh. Meski belum ada kesimpulan resmi dari proses yang sedang berjalan, kehadiran tim K9 menunjukkan bahwa aparat benar-benar memperhatikan setiap kemungkinan untuk mengungkap fakta yang terjadi di lapangan.
Kejadian di jurang AMD Sendi juga menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan infrastruktur di kawasan wisata serta perlunya peningkatan pengawasan terhadap jalur-jalur rawan kecelakaan di daerah pegunungan.

