Jakarta, Mata4com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan pada awal pekan setelah sebelumnya sempat terkoreksi pasca-aksi demonstrasi besar di Jakarta. Namun, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menegaskan kondisi pasar saham nasional masih terjaga dengan baik dan memiliki prospek positif dalam jangka menengah hingga panjang.
Sentimen Asing Dominasi Pelemahan
Iman menyampaikan bahwa pelemahan IHSG lebih dipengaruhi oleh faktor sentimen dibandingkan kondisi fundamental emiten. Menurutnya, persepsi investor asing memiliki peran besar dalam pergerakan pasar.
“Kondisi saham itu ada dua hal, fundamental dan persepsi. Fundamental kita tetap bagus dan tidak berubah. Bahkan MSCI menambah emiten Indonesia, menunjukkan kepercayaan terhadap pasar kita tetap tinggi. Yang memengaruhi penurunan IHSG lebih pada persepsi investor asing,” ujarnya kepada wartawan di Gedung BEI, Senin (1/9/2025).
Ia menegaskan, meski terjadi fluktuasi jangka pendek, investor perlu mencermati faktor makroekonomi yang masih solid sebagai penopang kepercayaan pasar.
Fundamental Emiten Tetap Solid
Iman menambahkan bahwa dari sisi fundamental, perusahaan-perusahaan yang tercatat di BEI masih menunjukkan kinerja yang stabil. Tidak ada perubahan aturan terkait mekanisme trading halt, sehingga seluruh proses perdagangan tetap berlangsung normal.
“Kami memastikan sistem perdagangan berjalan lancar, tidak ada perubahan aturan yang dapat mengganggu aktivitas investor. Emiten-emiten di bursa juga tetap solid,” katanya.

Faktor Makroekonomi Jadi Penopang
Menurut Iman, daya tarik pasar modal Indonesia tetap tinggi berkat dukungan indikator makroekonomi yang kuat. Inflasi masih terkendali, neraca perdagangan mencatat surplus, dan cadangan devisa berada pada level aman.
“Faktor-faktor makroekonomi ini menjadi sinyal positif bagi investor, baik dalam negeri maupun asing. Karena itu, meski ada tekanan sesaat, pasar saham kita tetap memiliki prospek cerah,” jelasnya.
Ia menilai dinamika sosial-politik yang terjadi, termasuk aksi demonstrasi, bersifat temporer. Investor diimbau untuk tetap tenang dan fokus pada kekuatan fundamental ekonomi.
Prospek Jangka Panjang Tetap Positif
Iman optimistis bahwa momentum pasar akan terus membaik seiring dengan pulihnya kepercayaan investor. Ia menegaskan BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah akan terus menjaga stabilitas pasar dan memastikan keterbukaan informasi bagi para pelaku pasar.
“Meski terjadi fluktuasi, momentum pasar menunjukkan tren positif. Investor bisa melihat bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi menarik di kawasan, baik dari sisi emiten baru maupun potensi pertumbuhan ekonomi,” tutur Iman.
Dukungan Investor Ritel dan Asing
Selain investor asing, peran investor ritel dalam negeri juga semakin penting. Data BEI menunjukkan jumlah investor ritel terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, memberikan kontribusi signifikan terhadap nilai transaksi harian.
“Partisipasi investor ritel terus tumbuh dan menjadi fondasi tambahan bagi pasar modal kita. Ini juga memperlihatkan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap pasar saham,” tambah Iman.
