Jakarta, Mata4.com — Proses seleksi Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tahun 2025 kembali menjadi sorotan para pendaftar dan kalangan pendidikan. Dari ribuan calon penerima beasiswa, banyak yang menyatakan bahwa bagian tes numerik merupakan tantangan paling berat dan memerlukan persiapan ekstra dibandingkan aspek seleksi lainnya.
Program Beasiswa LPDP merupakan salah satu program unggulan pemerintah Indonesia yang memberikan dukungan penuh bagi para generasi muda berbakat untuk melanjutkan studi strata satu (S1), strata dua (S2), dan strata tiga (S3) baik di dalam negeri maupun luar negeri. Kesempatan ini menjadi impian banyak mahasiswa dan fresh graduate yang ingin meningkatkan kualitas pendidikan dan keahlian mereka. Namun, tingkat seleksi yang sangat ketat menjadikan proses ini sebuah perjalanan penuh perjuangan.
Mengapa Tes Numerik Sulit?
Tes numerik pada seleksi LPDP dirancang untuk mengukur kemampuan peserta dalam mengolah data, logika matematika, serta ketepatan dan kecepatan dalam menyelesaikan soal-soal perhitungan. Bagian ini biasanya terdiri dari soal-soal yang menguji kemampuan dasar matematika, penalaran kuantitatif, interpretasi grafik, hingga analisis statistik sederhana.
Menurut Rina, seorang pendaftar dari Jakarta, “Tes numerik menguji tidak hanya kemampuan menghitung, tapi juga bagaimana kita bisa berpikir cepat dan akurat dalam situasi yang terbatas waktu. Banyak soal yang tricky dan membutuhkan strategi khusus.”
Andi, pendaftar asal Bandung, menambahkan, “Saya sudah latihan dengan berbagai sumber, tapi tetap saja saat ujian ada soal yang bikin saya ragu dan bingung. Ini bagian yang paling bikin deg-degan.”
Dampak Kesulitan pada Tes Numerik
Kesulitan dalam mengerjakan tes numerik bukan hanya berpengaruh pada nilai seleksi, tapi juga pada kondisi psikologis peserta. Tekanan waktu dan tingkat kesulitan soal dapat meningkatkan stres dan kecemasan, yang bila tidak dikelola dengan baik bisa menghambat performa peserta selama tes.
Dr. Rini Suryani, psikolog pendidikan dari Universitas Indonesia, menjelaskan, “Tes numerik menuntut konsentrasi tinggi dan pemikiran cepat. Tekanan waktu yang ketat sering kali membuat peserta merasa cemas, yang dapat mengganggu kemampuan mereka dalam menyelesaikan soal dengan optimal.”
Kondisi ini kerap memicu rasa kurang percaya diri dan kelelahan mental, sehingga penting bagi peserta untuk mempersiapkan diri tidak hanya secara materi, tetapi juga secara mental dan fisik.
Strategi Persiapan yang Dilakukan Pendaftar
Untuk mengatasi tantangan ini, para pendaftar melakukan berbagai persiapan intensif. Beberapa mengikuti kelas bimbingan belajar khusus tes numerik, memanfaatkan aplikasi latihan soal, serta berpartisipasi dalam kelompok belajar daring maupun luring.
Dwi, pendaftar dari Surabaya, mengungkapkan, “Saya rutin berlatih soal numerik setiap hari menggunakan aplikasi dan buku latihan. Selain itu, saya belajar mengatur waktu pengerjaan agar tidak kehabisan waktu saat tes sesungguhnya.”
Tak hanya latihan soal, banyak peserta juga mengadopsi teknik relaksasi dan manajemen stres, seperti meditasi dan olahraga ringan, untuk menjaga fokus dan stamina selama persiapan.
Pihak LPDP sendiri menyediakan berbagai sumber belajar, seperti modul persiapan dan simulasi tes online yang dapat diakses oleh peserta secara gratis. Kepala Divisi Seleksi LPDP, Andriana Putri, menegaskan, “Kami memahami bahwa bagian numerik adalah salah satu tantangan terbesar bagi pendaftar. Oleh karena itu, kami terus memperbaiki dan menambah fasilitas belajar agar peserta bisa mempersiapkan diri dengan maksimal.”
Peran Teknologi dalam Persiapan Tes
Perkembangan teknologi juga membantu para peserta dalam menghadapi tantangan ini. Berbagai platform belajar online menawarkan latihan soal, video pembelajaran, hingga simulasi tes numerik yang interaktif dan mudah diakses.
“Dulu saya harus membeli banyak buku dan ikut les, sekarang dengan smartphone saja sudah bisa latihan soal dari berbagai aplikasi,” kata Andi. Ini memudahkan peserta dari berbagai daerah, termasuk yang tinggal jauh dari kota besar, untuk mendapatkan materi persiapan berkualitas.
Dukungan Psikologis dan Mental
Selain penguasaan materi, aspek psikologis sangat krusial. Psikolog Dr. Rini mengingatkan bahwa kesiapan mental adalah kunci dalam menghadapi tes dengan tekanan tinggi. “Peserta harus belajar untuk mengelola stres dan membangun kepercayaan diri. Teknik pernapasan, visualisasi positif, dan manajemen waktu saat ujian sangat membantu,” tambahnya.
Harapan dan Semangat Para Pendaftar
Meskipun menghadapi kesulitan, semangat para pendaftar tetap tinggi. Mereka memandang proses seleksi sebagai tantangan sekaligus peluang besar untuk mewujudkan cita-cita akademik dan profesional.
“Meski sulit, saya percaya dengan usaha dan doa, saya bisa melewati tes ini,” ujar Rina. “Ini bukan hanya soal beasiswa, tapi juga tentang bagaimana saya bisa membuktikan kemampuan diri,” tambah Andi.
Kesimpulan
Bagian tes numerik dalam seleksi Beasiswa LPDP tahun 2025 menjadi sorotan utama karena tingkat kesulitannya yang tinggi. Namun, dengan persiapan matang yang meliputi latihan soal, pengelolaan stres, dan dukungan teknologi serta dari pihak LPDP, para pendaftar memiliki peluang besar untuk sukses. Cerita para peserta ini menjadi inspirasi bagi calon pendaftar lain agar tidak gentar menghadapi tantangan, tetap optimis, dan terus berusaha.

