Jakarta, 1 September 2025 – Mantan CEO Binance, Changpeng ‘CZ’ Zhao, kembali menegaskan keyakinannya bahwa Bitcoin (BTC) akan menjadi mata uang cadangan global di masa depan. Menurutnya, tren adopsi Bitcoin oleh perusahaan besar hingga negara-negara menunjukkan arah perkembangan yang semakin kuat.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari Yahoo Finance, CZ menuturkan bahwa semakin banyak entitas dari sektor keuangan tradisional kini mulai menambahkan Bitcoin ke dalam neraca mereka. “Kita sudah melihat evolusi ini, dan sangat menyenangkan menyaksikan sektor keuangan lama maupun negara-negara mulai mengadopsi Bitcoin,” ujar Zhao pada Jumat (29/8/2025).
Ia juga menyinggung capaian Bitcoin pada pertengahan Juli lalu, ketika aset kripto tersebut menembus rekor harga baru di atas USD 122.000 per BTC. Menurutnya, capaian itu hanya awal dari perjalanan panjang Bitcoin menuju level yang lebih tinggi. “Saya yakin kita telah mencapai kemajuan pesat, dan ini baru permulaan,” tegasnya.

Sebagai salah satu pengguna awal Bitcoin sejak 2014, Zhao membandingkan euforia harga saat ini dengan peristiwa ketika BTC pertama kali mencapai USD 1.000 pada tahun 2017. Menurutnya, adopsi institusional dan dukungan negara akan mempercepat transformasi Bitcoin menjadi aset global yang strategis.
Sementara itu, sejumlah perusahaan besar terus menambah kepemilikan Bitcoin. Salah satunya adalah Strategy, perusahaan berbasis di AS yang baru saja membeli puluhan ribu BTC senilai miliaran dolar AS. Langkah ini memperkuat tren bahwa korporasi besar menjadikan Bitcoin sebagai bagian dari strategi treasury mereka.
Meski demikian, volatilitas harga masih menjadi perhatian. Harga Bitcoin sempat terkoreksi ke USD 112.580 dalam 24 jam terakhir, turun sekitar 1,6%. Namun, secara tahunan, aset ini tetap mencatat kenaikan signifikan.
Dengan momentum ini, pernyataan CZ menambah optimisme bahwa Bitcoin bukan sekadar aset investasi, melainkan berpotensi menjadi mata uang cadangan global di masa depan, bersaing dengan dolar AS maupun emas.
