Jakarta, Mata4.com — Vitamin B12 merupakan salah satu nutrisi esensial yang memiliki peran krusial dalam menjaga kesehatan tubuh, terutama dalam mendukung fungsi sistem saraf dan proses pembentukan sel darah merah. Meskipun sangat penting, kekurangan vitamin ini masih cukup sering terjadi di berbagai kelompok masyarakat, dan dapat menimbulkan dampak kesehatan serius jika tidak segera ditangani.
Pentingnya Vitamin B12 bagi Tubuh
Vitamin B12, yang dikenal juga dengan nama kobalamin, berfungsi membantu produksi DNA, mendukung kesehatan sistem saraf pusat, dan memperlancar proses pembentukan sel darah merah di sumsum tulang. Kekurangan vitamin ini dapat mengganggu berbagai proses biologis tersebut, yang pada akhirnya memengaruhi fungsi tubuh secara menyeluruh.
Siapa yang Rentan Mengalami Kekurangan Vitamin B12?
Kekurangan vitamin B12 tidak hanya dialami oleh satu kelompok saja. Menurut dr. Anita Prasetyo, dokter spesialis gizi, ada beberapa kelompok yang lebih rentan mengalami kondisi ini, yaitu:
- Lansia: Seiring bertambahnya usia, penyerapan vitamin B12 dalam tubuh menurun karena produksi faktor intrinsik di lambung yang menurun pula. Faktor intrinsik ini sangat penting untuk penyerapan vitamin B12.
- Vegetarian dan Vegan: Karena vitamin B12 sebagian besar ditemukan pada produk hewani seperti daging, telur, dan susu, maka mereka yang menjalankan pola makan vegetarian ketat atau vegan berisiko kekurangan vitamin ini.
- Penderita Gangguan Pencernaan: Penyakit seperti penyakit Crohn, celiac, atau pasien yang telah menjalani operasi lambung (misalnya gastrektomi) dapat mengalami gangguan penyerapan vitamin B12.
- Pengguna Obat-obatan Tertentu: Beberapa obat, seperti metformin (untuk diabetes) dan inhibitor pompa proton (untuk maag), dapat memengaruhi penyerapan vitamin B12.
Gejala Kekurangan Vitamin B12 yang Harus Diwaspadai
Kekurangan vitamin B12 bisa menimbulkan beragam gejala yang sering kali muncul secara bertahap dan mudah terabaikan, di antaranya:
- Kelelahan dan Lemah: Kondisi anemia akibat kekurangan vitamin B12 menyebabkan tubuh kekurangan oksigen sehingga membuat penderitanya mudah merasa lelah.
- Kesemutan dan Mati Rasa: Kerusakan saraf akibat kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan sensasi kesemutan atau mati rasa terutama di tangan dan kaki.
- Gangguan Keseimbangan dan Koordinasi: Kesulitan berjalan dan menjaga keseimbangan menjadi tanda adanya kerusakan saraf yang lebih lanjut.
- Gangguan Memori dan Konsentrasi: Kondisi ini dapat menyebabkan kesulitan berpikir jernih dan konsentrasi, bahkan bisa memicu gangguan kognitif.
- Anemia Megaloblastik: Sel darah merah yang terbentuk tidak normal, berukuran besar, dan tidak mampu menjalankan fungsinya dengan optimal.
- Perubahan Mood dan Depresi: Kekurangan vitamin B12 juga bisa berdampak pada kesehatan mental, memicu perasaan cemas dan depresi.
Menurut dr. Anita, jika tidak ditangani, kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan kerusakan saraf yang permanen dan komplikasi kesehatan yang serius.
Cara Mencegah dan Menangani Kekurangan Vitamin B12
Pencegahan kekurangan vitamin B12 dapat dilakukan dengan memperhatikan pola makan yang sehat dan seimbang. Makanan yang kaya vitamin B12 antara lain:
- Daging merah dan unggas
- Ikan dan kerang
- Telur
- Produk susu seperti susu, keju, dan yoghurt
Bagi yang menjalani pola makan vegetarian ketat atau vegan, suplemen vitamin B12 sangat dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan harian.
Jika sudah mengalami gejala kekurangan, penting untuk melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan kadar vitamin B12 dalam tubuh. Penanganan biasanya melibatkan pemberian suplemen vitamin B12, baik melalui obat oral maupun suntikan, tergantung tingkat keparahan dan kondisi pasien.
Kesadaran dan Deteksi Dini
Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya vitamin B12 serta gejala kekurangannya sangat vital agar kondisi ini dapat dideteksi dan ditangani sejak dini. Pemeriksaan rutin terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan vegetarian sangat dianjurkan agar komplikasi serius dapat dihindari.
Penutup
Vitamin B12 adalah nutrisi esensial yang tidak boleh diabaikan dalam menjaga kesehatan tubuh, terutama fungsi saraf dan pembentukan sel darah merah. Dengan mengenali gejala, memahami kelompok risiko, serta menerapkan pola hidup sehat, masyarakat dapat menjaga asupan vitamin B12 secara optimal dan mencegah dampak buruk kekurangannya.

