Bekasi, Mata4.com – Konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah dinilai membawa dampak luas, tidak hanya bagi negara-negara yang terlibat, tetapi juga terhadap kondisi global, termasuk Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Ketua PCNU Kota Bekasi, Ayi Nurdin, dalam kegiatan halal bihalal yang digelar pada Sabtu (11/4).
Menurut Ayi, perang yang berkepanjangan memberikan efek signifikan terhadap berbagai sektor, terutama ekonomi. Ketidakstabilan kawasan berdampak pada fluktuasi harga energi, perdagangan internasional, hingga kondisi sosial masyarakat dunia.
“Dampak perang tidak kecil, terutama dari sisi geopolitik Timur Tengah. Ekonomi juga pasti terdampak,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ayi mengajak seluruh masyarakat untuk memperbanyak doa agar konflik segera berakhir. Ia menekankan pentingnya mendoakan kemaslahatan bersama serta para korban yang terdampak.
“Kita mengajak semua untuk berdoa agar semua ini cepat berlalu. Doa juga kita panjatkan untuk kemaslahatan umat, dan bagi yang menjadi korban semoga mendapatkan khusnul khatimah,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa segala bentuk kezaliman, siapapun pelakunya, pada akhirnya akan mendapat balasan yang setimpal.
“Kita yakin, kedzaliman yang dilakukan siapapun akan dihancurkan oleh Allah. Pada akhirnya, mana yang hak dan batil akan terlihat dengan sendirinya,” tambahnya.
Selain membahas isu global, kegiatan halal bihalal tersebut juga menjadi momentum penting bagi internal organisasi Nahdlatul Ulama (NU), khususnya jajaran pengurus PCNU Kota Bekasi hingga tingkat kecamatan (MWC).
Ayi menjelaskan, halal bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari upaya memperkuat soliditas organisasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pengurus dapat saling membuka diri, memperbaiki hubungan, dan mempererat kebersamaan.
“Halal bihalal ini penting sebagai organisasi. Mungkin ada hal-hal yang tidak semuanya sesuai dengan keinginan setiap orang. Maka ini menjadi momentum untuk saling memaafkan, membuka diri, sehingga ke depan kita bisa melangkah lebih baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, banyak nilai positif yang dapat diambil dari tradisi halal bihalal, terutama dalam memperkuat komunikasi dan persatuan di internal organisasi.
“Dengan halal bihalal, banyak hal yang bisa kita ambil. Ini menjadi ruang untuk memperbaiki, memperkuat, dan menyatukan langkah ke depan,” tutupnya.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat persaudaraan yang terus dijaga oleh keluarga besar NU di Kota Bekasi.
