Bekasi, Mata4.com – Artis sekaligus mantan pebasket profesional, Denny Sumargo, menyoroti sikap pemerintah dalam menangani bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Melalui unggahan video di akun TikTok miliknya, Denny menyampaikan bahwa persoalan utama bukan terletak pada jumlah bantuan, melainkan distribusi yang tidak sampai ke wilayah terisolasi.
Menurut Denny, logistik sebenarnya tersedia, namun terhenti hanya sampai daerah yang mudah dijangkau. Sementara itu, wilayah di bagian belakang yang aksesnya terputus justru tidak mendapatkan perhatian yang memadai. “Permasalahan terbesar dalam bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat itu bukan masalah bantuan kurang tapi bantuan yang tidak sampai. Di Aceh, logistik itu sebenarnya ada tapi distribusinya berhenti di wilayah permukaan di bagian depan aja,” ujar Denny.
Ia menambahkan bahwa daerah dengan kondisi akses terputus seperti jembatan hilang dan jalan longsor dibiarkan berhari-hari tanpa tindakan cepat. Padahal, pada saat kritis seperti itu, masyarakat sangat membutuhkan kehadiran negara untuk memberikan kepastian dan bantuan penyelamatan. “Daerah yang terisolasi di belakang, aksesnya putus, jembatan hilang, itu dibiarkan berhari-hari tanpa ada tindakan yang cepat dan responsif,” lanjutnya.

Denny mengakui pemerintah telah bergerak, namun menilai respons yang diberikan masih jauh dari memadai dibandingkan besarnya bencana yang terjadi. Ia menyebut koordinasi antara lembaga terkait masih lambat dan tidak sejalan dengan urgensi di lapangan. Padahal, menurutnya, negara memiliki semua fasilitas untuk menembus wilayah-wilayah terisolasi tersebut.
“Negara punya TNI/Polri, helikopter, perahu cepat hingga teknologi pemetaan. Yang dibutuhkan hanya satu, keputusan cepat dan eksekusi yang tegas,” tegas Denny. Ia menilai dengan semua sumber daya yang tersedia, pemerintah seharusnya bisa segera membuka jalur udara maupun air untuk pendistribusian logistik dan memastikan komunikasi tetap berjalan agar kondisi dapat dipantau secara akurat.
Denny juga menekankan pentingnya transparansi agar masyarakat mengetahui bahwa pemerintah benar-benar bekerja untuk mereka. Menurutnya, dengan korban jiwa yang telah melampaui 800 orang, masyarakat saat ini membutuhkan dua hal: kecepatan dan kepastian.
“Dan keduanya hanya hadir ketika pemerintah mengerahkan seluruh kekuatan tanpa ragu, tanpa menunda dan tanpa kehilangan empati terhadap mereka yang sedang berjuang untuk hidup,” tutup Denny.
