Jakarta, Mata4.com — PT Freeport Indonesia (PTFI) menyatakan kesiapannya untuk menjadi salah satu motor penggerak investasi nasional dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% yang dicanangkan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, mengungkapkan bahwa perusahaan terus memainkan peran penting dalam mendorong investasi jangka panjang di Indonesia. Ia menyebut bahwa Freeport secara konsisten mengalokasikan investasi sekitar USD 1 miliar per tahun, belum termasuk belanja domestik yang nilainya jauh lebih besar.
Investasi Konsisten untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Tony menjelaskan bahwa investasi tahunan tersebut merupakan bagian dari komitmen Freeport Indonesia dalam mendukung pengembangan sektor pertambangan dan infrastruktur pendukungnya. Selain itu, pengeluaran operasional dan belanja modal (OPEX dan CAPEX) perusahaan di dalam negeri mencapai USD 4–5 miliar setiap tahun.
“Kami memang terus melakukan investasi. Setiap tahun investasi kami kira-kira sekitar USD 1 miliar. Belum termasuk belanja dalam negeri ya. OPEX dan CAPEX kami total kira-kira USD 4–5 miliar, itu hampir Rp 80 triliun,” ujar Tony dalam acara PLN CEO Forum di ICE BSD, Tangerang Selatan, Jumat (28/11/2025).

Kontribusi terhadap Ekonomi Nasional
Freeport Indonesia merupakan salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia dan memiliki kontribusi ekonomi signifikan, baik melalui investasi, pembayaran pajak dan royalti, maupun penyerapan tenaga kerja lokal. Besarnya belanja domestik perusahaan diyakini turut memberikan dorongan bagi industri pendukung di Tanah Air.
Peran Strategis Freeport di Era Pemerintahan Baru
Komitmen investasi jangka panjang Freeport sejalan dengan fokus pemerintah dalam mempercepat hilirisasi dan memperkuat ketahanan industri nasional. PTFI menjadi salah satu aktor penting dalam upaya meningkatkan nilai tambah mineral di Indonesia melalui proyek smelter dan pengembangan tambang bawah tanah.
