Italia, Mata4.com – AC Milan kembali menunjukkan performa yang solid dalam lanjutan kompetisi Serie A musim 2025/2026. Melawat ke Stadio Renato Dall’Ara, markas Bologna, I Rossoneri tampil meyakinkan dengan kemenangan yang memperpanjang catatan positif mereka dalam beberapa pekan terakhir. Lebih dari sekadar kemenangan, laga ini memperlihatkan betapa kuat dan terorganisirnya lini pertahanan Milan — dengan Matteo Gabbia menjadi salah satu aktor kunci di balik kesuksesan tersebut.
Bermain sebagai starter di jantung pertahanan, Gabbia menunjukkan kedewasaan bermain yang luar biasa. Dalam laga yang berlangsung ketat selama 90 menit, Milan tidak hanya mampu menjaga keunggulan skor, tetapi juga mencatatkan clean sheet — sesuatu yang tidak mudah di Serie A, apalagi saat bermain tandang.
Pertahanan Kolektif: Lebih dari Sekadar Lini Belakang
Dalam pernyataannya usai pertandingan, Gabbia tak sungkan membagikan pandangan tentang bagaimana AC Milan berhasil menjaga pertahanan mereka tetap solid meskipun menghadapi lawan yang cukup agresif.
“Hari ini kami bermain sangat fokus, dan kuncinya adalah komunikasi. Kami saling berbicara di lapangan, mengingatkan posisi, menutup ruang, dan bergerak sebagai satu unit. Ini bukan hanya tentang bek, tapi tentang semua pemain di lapangan yang berkomitmen untuk bertahan saat kehilangan bola,” ujar Gabbia kepada media klub.
Bek 25 tahun itu juga menekankan bahwa keberhasilan menjaga gawang dari kebobolan adalah hasil kerja tim yang sistematis, bukan karena penampilan individu semata.
“Kami sudah melatih skema pertahanan ini selama berminggu-minggu. Setiap sesi latihan kami penuh fokus pada detail kecil — kapan harus menekan, kapan harus turun, siapa yang mengambil siapa. Kami tidak bisa hanya mengandalkan satu orang untuk bertahan, ini kerja kolektif,” lanjutnya.
Statistik Bicara: Milan Tangguh di Belakang, Tajam di Depan
Dalam pertandingan tersebut, AC Milan tampil efektif baik dalam bertahan maupun menyerang. Berdasarkan data yang dirilis oleh penyedia statistik pertandingan, Bologna hanya mampu melepaskan total enam tembakan, dengan hanya satu yang mengarah ke gawang. Di sisi lain, Milan menciptakan 14 percobaan dengan 7 di antaranya tepat sasaran.
Gabbia sendiri mencatatkan statistik individu yang impresif:
- 4 sapuan (clearances)
- 3 intersep
- 5 duel udara dimenangkan
- 91% akurasi umpan
Bersama partnernya di lini belakang, ia berhasil memutus alur permainan Bologna yang mencoba menekan melalui sisi sayap dan umpan-umpan silang.
Stefano Pioli: Kemenangan Tim, Bukan Perorangan
Pelatih AC Milan, Stefano Pioli, juga menyampaikan pujian kepada skuadnya usai pertandingan. Dalam konferensi pers resmi, Pioli menekankan bahwa kemenangan ini tidak bisa dilepaskan dari kerja sama seluruh tim — dari kiper hingga penyerang.
“Saya senang dengan cara kami bertahan hari ini. Semua pemain menunjukkan determinasi dan disiplin taktik yang luar biasa. Kami tahu Bologna tim yang kuat saat bermain di kandang, tapi kami bisa mengendalikan permainan dan meminimalkan risiko,” ujar Pioli.
Ia juga menyebut Gabbia sebagai contoh dari pemain yang terus berkembang dan memahami sistem yang dibangun dalam tim.
“Matteo telah berkembang pesat. Dia menunjukkan bahwa dia siap tampil di level tertinggi, dan yang paling penting, dia bermain dengan cerdas dan tenang,” tambahnya.
Kemenangan yang Menjaga Asa Scudetto
Dengan tambahan tiga poin dari laga ini, AC Milan terus menjaga posisi di papan atas klasemen sementara Serie A. Meski musim masih panjang, performa konsisten Milan — terutama dalam menjaga pertahanan — mulai menumbuhkan optimisme di kalangan suporter bahwa musim ini bisa menjadi musim emas bagi mereka.
Bagi Gabbia, kemenangan ini adalah bukti bahwa kerja keras selama pramusim dan awal musim mulai membuahkan hasil.
“Kami tahu jalan masih panjang, tapi kami ingin terus berada di jalur ini. Konsistensi dan kerendahan hati adalah kunci. Kami tidak boleh cepat puas,” katanya.
Selain itu, ia menambahkan bahwa dukungan para tifosi — baik di stadion maupun dari rumah — menjadi motivasi tambahan bagi tim untuk terus tampil maksimal di setiap pertandingan.
“Tifosi adalah bagian dari energi kami. Mereka ada di belakang kami, di mana pun kami bermain. Kami ingin membuat mereka bangga,” pungkas Gabbia.
Penutup: Pertahanan Menjadi Fondasi Kemenangan
Kemenangan atas Bologna bukan hanya menambah poin di klasemen, tetapi juga memperkuat identitas permainan AC Milan musim ini: solid, disiplin, dan kolektif. Matteo Gabbia dan rekan-rekannya di lini belakang membuktikan bahwa pertahanan yang kokoh bisa menjadi awal dari kesuksesan sebuah tim.
Jika performa seperti ini terus berlanjut, bukan mustahil AC Milan akan menjadi salah satu tim yang paling sulit dikalahkan di Serie A musim ini — dan mungkin saja, kembali mengangkat trofi juara yang sangat dirindukan para penggemarnya.

