Bekasi, Mata4.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi soroti harga beras yang melonjak. Berbagai upaya dilakukan guna memenuhi kebutuhan masyarakat, Kamis (11/9/2025).
Kepala Bidang Perdagangan, Rini Desmiati mengatakan bahwa kenaikan harga beras dipicu dari kenaikan harga gabah basah di tingkat petani yang sebelumnya Rp 5000 menjadi 6500 perkilogram, dan itu sesuai HPP atau harga pembelian Padi tingkat petani.
“Kenaikan harga gabah yang mempengaruhi harga jual beras di pasar menjadi naik,”
Peredaran beras. Sempat ditarik akibat dari kasus yang pernah mencuat terkait beras oplosan premium dan beras murah pada waktu itu. Saat ini yang beredar beras sentra Ramos, pandan wangi, dan beras rojolele.

Harga beras di pasar dari angka 13 ribu sampai 15.500 untuk kategori beras medium
Kategori dari 15 ribu sampai dengan 19 ribu perkilogram untuk beras premium atau beras pulen
Dalam hal ini dinas melakukan operasi pasar
Gandeng bulok menyediakan beras SPHP atau stabilitasi pasokan dan harga pangan, dengan tujuan untuk stabilisasi harga.
Menurut Rini, harga beras ada kemungkinan normal kembali Jika panen raya bulan November menghasilkan banyak beras
Selain itu dinas juga melakukan kerjasama terhadap kios pangan murah yang ada di pasar rakyat, dengan menyediakan beras dan minyak kita, yang berlokasi di pasar baru Bekasi, bantargebang, Jatiasih, dan pasar Kranggan.
Terpisah Kadis Disdagperin kita Bekasi, Ika indah Yarti mengatakan bahwa pihaknya secara kebijakan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan bulok Karawang, dengan tujuan mendapat informasi terkini.
“Saya yakin pemerintah pusat sudah mengetahui dan akan memberikan arahan selanjutnya. Kita terus melakukan zoom meeting untuk mengetahui kondisi dan langkah selanjutnya,” tutur Ika,
