Jakarta, Mata4.com — Harga emas yang dipasarkan oleh Pegadaian pada hari ini, Senin 22 September 2025, tercatat mengalami stagnasi. Kondisi ini mencerminkan tren serupa yang terjadi di pasar emas nasional maupun internasional. Beberapa pelaku pasar besar seperti UBS, Antam, dan Galeri24 juga melaporkan harga emas yang tidak mengalami perubahan signifikan dalam perdagangan hari ini.
Menurut data resmi yang dirilis oleh Pegadaian, harga emas untuk produk batangan ukuran satu gram dan berbagai ukuran lainnya tetap berada pada level yang sama dengan perdagangan kemarin. Pegadaian tetap menawarkan harga beli dan jual emas dengan kisaran yang stabil, memberikan kepastian bagi para nasabah yang ingin bertransaksi.
Begitu pula dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), perusahaan pertambangan dan penjualan emas terbesar di Indonesia, yang mengumumkan harga emas yang tidak berubah dari perdagangan sebelumnya. Antam tetap mematok harga jual emas di angka yang sama, sehingga memberikan sinyal pasar yang tenang dan cenderung menunggu arah lebih jelas dalam jangka pendek.
Sementara itu, UBS sebagai salah satu bank dan perusahaan jasa keuangan global yang memengaruhi harga emas dunia juga melaporkan harga logam mulia yang stagnan, menunjukkan adanya ketahanan harga di tengah kondisi pasar yang belum pasti. Begitu pula dengan Galeri24, platform jual beli emas digital yang sedang naik daun di kalangan masyarakat, mencatat harga emas yang tidak berubah, sehingga konsumen tidak mengalami kenaikan biaya saat bertransaksi.
Faktor Penyebab Stagnasi Harga Emas
Para analis ekonomi dan pasar modal menyebut stagnasi harga emas saat ini dipicu oleh sejumlah faktor utama. Salah satu faktor yang paling signifikan adalah ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter dari bank sentral besar, khususnya Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) dan Bank Sentral Eropa (ECB).
Keputusan suku bunga dan kebijakan pengendalian inflasi oleh bank-bank sentral tersebut sangat berpengaruh terhadap daya tarik emas sebagai aset safe haven. Saat pasar menunggu keputusan resmi terkait suku bunga, para investor cenderung memilih menahan diri dan mengurangi aktivitas transaksi besar di pasar emas.
Selain itu, pergerakan nilai tukar dolar AS yang relatif kuat turut menekan harga emas. Karena emas diperdagangkan dalam denominasi dolar AS secara global, penguatan dolar membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan emas menurun.
Kondisi geopolitik dan ketegangan perdagangan internasional juga ikut memberi tekanan pada volatilitas harga emas. Meski biasanya ketidakpastian geopolitik mendorong kenaikan harga emas sebagai aset lindung nilai, situasi saat ini belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pergerakan harga emas.
Kondisi Permintaan dan Aktivitas Pasar Emas Dalam Negeri
Di pasar domestik, permintaan emas cenderung stabil meskipun harga stagnan. Pegadaian melaporkan aktivitas transaksi yang berjalan normal dengan tidak adanya lonjakan pembelian maupun penjualan. Sebagian masyarakat memanfaatkan harga yang stabil untuk melakukan pembelian emas sebagai instrumen investasi jangka panjang, sementara sebagian lainnya memilih untuk menunggu harga yang lebih menguntungkan.
Galeri24 yang banyak digunakan generasi milenial dan digital savvy juga menunjukkan tren transaksi yang sehat, dengan pengguna yang aktif melakukan pembelian dan penjualan emas secara online. Platform ini turut mendukung akses masyarakat terhadap investasi emas dengan kemudahan proses yang lebih cepat dan transparan.
Antam sebagai produsen emas utama di Indonesia juga menyatakan komitmennya untuk menjaga kestabilan pasokan emas di pasar, serta terus meningkatkan pelayanan kepada konsumen melalui berbagai produk emas batangan dengan berbagai ukuran.
Pandangan Pakar dan Rekomendasi untuk Investor
Pakar ekonomi dari Universitas Indonesia, Dr. Ratna Sari, mengungkapkan bahwa stagnasi harga emas saat ini adalah hal yang wajar di tengah fase pasar yang sedang menunggu kepastian kebijakan moneter global. Menurutnya, “Investor sebaiknya memandang emas sebagai instrumen investasi jangka panjang yang dapat memberikan perlindungan terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.”
Dr. Ratna juga menambahkan bahwa diversifikasi portofolio investasi menjadi sangat penting agar risiko yang dihadapi dapat diminimalkan. “Emas adalah bagian dari strategi diversifikasi, namun sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya instrumen investasi,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Pegadaian, Arief Budiman, menegaskan bahwa Pegadaian akan terus memberikan layanan terbaik dan memudahkan masyarakat untuk mengakses produk emas dengan harga yang kompetitif dan transparan. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti perkembangan harga emas dan melakukan transaksi dengan bijak,” kata Arief.
Prospek Harga Emas ke Depan
Melihat kondisi pasar saat ini, sebagian analis memperkirakan bahwa harga emas kemungkinan akan tetap bergerak stabil dalam jangka pendek, dengan peluang kenaikan apabila terjadi ketegangan geopolitik baru atau keputusan kebijakan moneter yang lebih dovish dari bank sentral.
Namun, risiko penurunan harga juga tetap ada jika dolar AS semakin menguat atau jika kondisi ekonomi global membaik sehingga investor beralih dari aset safe haven seperti emas ke instrumen berisiko yang lebih menguntungkan.
Masyarakat dan investor disarankan untuk terus memantau perkembangan global serta melakukan konsultasi dengan ahli keuangan sebelum mengambil keputusan investasi besar.
Penutup
Meski harga emas hari ini stagnan, Pegadaian, Antam, UBS, dan Galeri24 tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli emas. Kepercayaan terhadap reputasi, kemudahan layanan, serta transparansi harga menjadi faktor utama yang membuat masyarakat tetap loyal menggunakan jasa mereka.

