Jakarta, Mata4.com — Kisah inspiratif dari seorang mahasiswi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Hawa, kini menjadi sorotan banyak pihak. Setiap hari, Hawa menempuh perjalanan jauh hingga 80 kilometer demi menghadiri perkuliahan di kampusnya. Perjuangan gigihnya tak sia-sia, ia berhasil meraih prestasi tertinggi dengan dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dalam prosesi wisuda UNJ tahun 2025. Kisah ini menginspirasi banyak orang tentang arti ketekunan dan semangat pantang menyerah dalam menempuh pendidikan.
Perjalanan yang Menantang
Hawa berasal dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebuah daerah yang berjarak cukup jauh dari pusat kota Jakarta tempat UNJ berada. Dengan menggunakan transportasi umum yang tidak selalu mudah dan nyaman, ia rela menjalani perjalanan pulang-pergi selama berjam-jam setiap harinya. Tantangan ini kerap dihadapi dengan cuaca panas, kemacetan, dan ketidakpastian jadwal angkutan.
“Perjalanan saya bisa memakan waktu hingga 3 jam sekali jalan, tergantung kondisi lalu lintas. Tapi saya tidak pernah berpikir untuk menyerah,” ujar Hawa dalam wawancara eksklusif. “Bagi saya, kuliah adalah investasi masa depan. Saya ingin membuktikan bahwa jarak dan waktu bukan alasan untuk berhenti belajar.”
Disiplin dan Manajemen Waktu
Kesuksesan Hawa bukan hanya karena kemauan keras, tapi juga manajemen waktu yang baik. Ia memanfaatkan waktu perjalanan untuk membaca buku, mendengarkan materi kuliah melalui rekaman, atau mengerjakan tugas yang bisa dilakukan di perjalanan. Di kampus, Hawa dikenal sebagai mahasiswa yang disiplin, rajin mengikuti kuliah, dan aktif berdiskusi dengan dosen maupun teman-temannya.
Salah satu dosen pembimbing Hawa, Dr. Ratna Wijaya, menyampaikan, “Hawa adalah contoh mahasiswa teladan. Ketekunan dan dedikasinya luar biasa. Dia tidak hanya berprestasi akademik tetapi juga aktif berkontribusi di organisasi kemahasiswaan dan kegiatan sosial.”
Prestasi Akademik dan Penghargaan
Hawa menyelesaikan studinya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi di antara ribuan mahasiswa yang diwisuda tahun ini. Prestasi akademik ini membuatnya mendapatkan penghargaan sebagai wisudawan terbaik UNJ 2025. Selain itu, ia juga meraih beberapa prestasi di bidang organisasi kemahasiswaan dan sosial yang menunjukkan kemampuan leadership dan kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar.
Dukungan Keluarga dan Komunitas
Keberhasilan Hawa tidak lepas dari dukungan keluarga dan lingkungan sekitarnya. Orang tua Hawa selalu memberikan motivasi dan dorongan agar ia terus maju. Teman-teman serta warga kampung halamannya turut membantu dengan menyediakan sarana transportasi dan fasilitas belajar.
Ibunda Hawa mengatakan, “Kami sangat bangga dengan anak kami. Meski harus menempuh perjalanan jauh, dia tetap semangat belajar dan tidak pernah mengeluh. Kami selalu mendukung apapun yang dia lakukan.”
Harapan dan Rencana Masa Depan
Kini dengan gelar sarjana di tangan, Hawa berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, yakni program magister. Ia berharap bisa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan daerah asalnya yang masih memerlukan perhatian lebih.
“Saya ingin membagikan ilmu yang saya dapat dan membantu anak-anak di daerah saya agar mereka juga bisa meraih pendidikan yang lebih baik,” kata Hawa penuh semangat.
Refleksi dan Pesan untuk Generasi Muda
Kisah Hawa menjadi cermin bahwa semangat dan kerja keras bisa melampaui segala keterbatasan, termasuk jarak dan kondisi sulit. Ia mengajak generasi muda untuk tidak takut menghadapi rintangan, karena kesuksesan memerlukan usaha dan ketekunan.
“Jangan menyerah walau ada banyak tantangan. Gunakan setiap kesempatan untuk belajar dan berusaha sebaik mungkin. Pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu masa depan yang lebih cerah,” ujar Hawa memberi pesan.
Peran Institusi dan Pemerintah
Cerita Hawa juga menjadi pengingat pentingnya peran institusi pendidikan dan pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang merata dan mendukung mahasiswa dari berbagai daerah. Penyediaan fasilitas transportasi yang memadai, beasiswa, dan program pendampingan menjadi hal yang esensial agar tidak ada lagi hambatan geografis yang menghalangi semangat belajar mahasiswa.
Rektor UNJ, Prof. Dr. Maya Sari, mengungkapkan, “Kami terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung seluruh mahasiswa. Kisah Hawa mendorong kami untuk meningkatkan layanan dan fasilitas agar pendidikan semakin dapat dijangkau oleh semua kalangan.”
Kesimpulan
Kisah Hawa adalah bukti nyata bahwa ketekunan, disiplin, dan semangat pantang menyerah adalah kunci keberhasilan. Perjalanan panjang setiap hari untuk kuliah tidak menjadi halangan baginya meraih prestasi akademik terbaik. Ia pun menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa segala rintangan dapat dilalui dengan usaha dan tekad kuat.

