Surabaya, Mata4.com — Kisah inspiratif datang dari Hilmi, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, yang berhasil menorehkan prestasi gemilang sebagai lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90. Perjalanan Hilmi menuju keberhasilan ini bukanlah hal yang mudah. Ia harus melewati berbagai tantangan berat, terutama keterbatasan ekonomi keluarga yang sempat membuatnya ragu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Latar Belakang dan Tantangan Ekonomi
Hilmi lahir dan besar di sebuah keluarga sederhana di salah satu daerah pinggiran Jawa Timur. Ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan, sementara ibunya membantu menghidupi keluarga dengan berjualan kecil-kecilan di pasar tradisional. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga Hilmi sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi biaya pendidikan tinggi yang semakin mahal.
Sejak kecil, Hilmi sudah memiliki ketertarikan kuat terhadap bidang sains dan teknologi. Namun, keadaan ekonomi keluarganya sempat menjadi hambatan utama untuk menggapai impiannya. “Saya sempat berpikir bahwa kuliah itu hanya mimpi yang sulit diwujudkan karena keluarga tidak mampu membiayainya,” ungkap Hilmi mengenang masa-masa sulitnya.
Dukungan Keluarga dan Lingkungan
Meskipun mengalami keterbatasan ekonomi, Hilmi mendapatkan dukungan penuh dari keluarga dan lingkungan sekitar. Orang tua serta guru-gurunya di sekolah selalu memotivasi agar ia tidak patah semangat. Bahkan, guru-gurunya aktif membantu mencarikan informasi tentang beasiswa yang dapat membantu Hilmi melanjutkan pendidikan tinggi.
“Banyak orang di sekitar saya yang percaya bahwa pendidikan adalah jalan keluar untuk mengubah nasib. Itu yang membuat saya terus berjuang,” kata Hilmi.
Kesempatan Berkat Beasiswa
Usaha keras dan prestasi Hilmi selama sekolah menengah membuahkan hasil. Ia berhasil memperoleh beasiswa prestasi dari pemerintah yang membiayai seluruh kebutuhan pendidikannya di ITS. Beasiswa ini menjadi titik balik bagi Hilmi untuk dapat fokus belajar tanpa terbebani masalah biaya.
“Beasiswa ini sangat berarti bagi saya dan keluarga. Tanpa itu, mungkin saya tidak bisa kuliah,” ujar Hilmi dengan penuh rasa syukur.
Perjalanan Akademik dan Aktivitas Mahasiswa
Selama menempuh pendidikan di ITS, Hilmi dikenal sebagai mahasiswa yang sangat disiplin dan berkomitmen tinggi terhadap studi. Ia aktif mengikuti berbagai mata kuliah dan mengerjakan proyek-proyek penelitian yang membuatnya semakin memahami bidang teknik yang diminatinya.
Selain fokus pada akademik, Hilmi juga aktif dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan dan berbagai kompetisi. Ia bergabung dalam klub teknologi dan komunitas pengembangan perangkat lunak, serta rutin mengikuti seminar dan workshop untuk mengasah kemampuan praktisnya.
“Berorganisasi dan mengikuti lomba bukan hanya untuk menambah pengalaman, tapi juga melatih soft skills seperti kepemimpinan, kerja sama tim, dan komunikasi,” jelas Hilmi.
Prestasi Akademik yang Membanggakan
Kerja keras Hilmi berbuah manis dengan keberhasilannya meraih IPK 3,90, yang menempatkannya sebagai lulusan terbaik ITS tahun ini. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa ketekunan dan semangat tinggi dapat mengatasi berbagai keterbatasan.
Rektor ITS, Prof. Dr. Anwar Hidayat, memberikan apresiasi khusus atas pencapaian Hilmi. “Hilmi adalah contoh nyata bahwa dengan kerja keras dan tekad yang kuat, mahasiswa dari latar belakang apa pun bisa mencapai puncak prestasi. Kami bangga atas dedikasinya selama menempuh studi di ITS,” ujar Prof. Anwar.
Harapan dan Impian Hilmi
Setelah menyelesaikan studi sarjana, Hilmi berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dengan fokus pada riset teknologi terapan. Ia berharap dapat berkontribusi dalam pengembangan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat dan kemajuan bangsa Indonesia.
“Saya ingin menggunakan ilmu yang saya dapatkan untuk menciptakan solusi teknologi yang dapat membantu kehidupan banyak orang,” tutur Hilmi.
Ia juga berharap kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi para pelajar dan mahasiswa lain, khususnya yang mengalami kesulitan ekonomi. “Jangan pernah menyerah pada keadaan. Pendidikan adalah kunci untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pesan Hilmi.
Peran Pemerintah dan Institusi Pendidikan
Keberhasilan Hilmi tidak lepas dari peran penting program beasiswa dan dukungan pemerintah serta institusi pendidikan. Program tersebut membuka akses yang lebih luas bagi siswa dan mahasiswa berprestasi dari berbagai lapisan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa harus terbebani masalah finansial.
Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas dan pemerataan akses pendidikan tinggi melalui berbagai kebijakan dan program beasiswa. Hal ini diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan sumber daya manusia Indonesia.
Kesimpulan
Kisah Hilmi mengajarkan kita bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah halangan mutlak untuk meraih prestasi dan menggapai impian. Dengan dukungan keluarga, lingkungan, serta kesempatan yang diberikan melalui program beasiswa, siapapun bisa berprestasi dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
Semoga cerita perjalanan Hilmi ini dapat memotivasi generasi muda Indonesia untuk terus berjuang tanpa kenal lelah dalam menggapai cita-cita dan memperbaiki masa depan.

