Bekasi, mata4.com — Pemerintah Kota Bekasi menggelar kegiatan kerja bakti massal dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di seluruh wilayah kota pada Selasa (31/3), berdasarkan surat edaran Wali Kota Bekasi.
Aksi bersih-bersih melibatkan seluruh aparatur pemerintah daerah dengan fokus pada penataan lingkungan, pengecatan ulang dinding trotoar, serta pembenahan fasilitas umum. Sejumlah ruas jalan protokol tampak lebih bersih dan tertata, menciptakan suasana kota yang nyaman dan sedap dipandang.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa kegiatan Grebek K3 yang dilaksanakan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Hari Peduli Sampah Nasional ini harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kita ingin menumbuhkan kepedulian dan kebiasaan menjaga lingkungan,” ujar Tri.

Di lapangan, keterlibatan pejabat daerah terlihat langsung. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bekasi, Kusnanto Saidi, tampak turut mengecat fasilitas jalan bersama jajaran pegawai. Hal serupa juga dilakukan oleh Sekretaris DPPKB, Fitri Widyati, yang terlibat dalam kegiatan pengecatan dan pembersihan lingkungan.
Menurut Kusnanto, aktivitas seperti mengecat jalan bukan hal baru bagi dirinya. Ia mengaku telah terbiasa melakukannya sejak masih menjabat di level eselon IV dalam kegiatan K3.
“Kita sudah biasa melakukan ini sejak dulu. Kegiatan K3 memang identik dengan kerja langsung di lapangan, termasuk pengecatan,” ujarnya.
Fitri Widyati juga menyampaikan hal senada. Ia menyebut kegiatan bersih-bersih dan penataan lingkungan merupakan rutinitas yang sudah dijalani dalam berbagai kesempatan, sehingga tidak menjadi hal yang asing.
Pantauan di sepanjang Jalan Insinyur Haji Juanda menunjukkan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan kegiatan serupa. Aktivitas ini menarik perhatian masyarakat, mulai dari pedagang pasar hingga karyawan restoran yang menyaksikan langsung keterlibatan aparatur pemerintah dalam menjaga kebersihan kota.
Melalui momentum HPSN 2026, Pemerintah Kota Bekasi berharap budaya menjaga kebersihan tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
