Pemerintah Indonesia terus mengakselerasi realisasi Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk tahun 2026 dengan tujuan memperkuat hilirisasi industri, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan ketahanan energi dan ekonomi domestik secara menyeluruh.
Dilansir dari berbagai laporan media nasional, salah satu langkah nyata dalam percepatan PSN tahun ini adalah penandatanganan investasi strategis antara Danantara Indonesia, Indonesia Investment Authority (INA), dan Chandra Asri Group untuk pembangunan fasilitas Chlor Alkali – Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten. Proyek ini bernilai sekitar US$ 800 juta (sekitar Rp 13,5 triliun) dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027, dengan investasi awal dari Danantara dan INA sebesar US$ 200 juta. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku industri dan memperkuat hilirisasi industri petrokimia dalam negeri.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa kesepakatan ini menunjukkan komitmen kuat untuk memperkuat sektor hilirisasi yang menyerap tenaga kerja dan memberikan nilai tambah tinggi bagi perekonomian nasional. Ia menyatakan bahwa kolaborasi ini bukan hanya merespons kebutuhan nasional terhadap bahan baku strategis, tetapi juga menjadi langkah penting dalam mendukung kedaulatan industri Indonesia.
Tidak hanya itu, pemerintah juga menargetkan pembangunan 21 proyek hilirisasi strategis lain sepanjang 2026, dengan total investasi yang signifikan untuk mendorong produksi domestik dan mengurangi impor produk bernilai tambah rendah. Beberapa sektor yang menjadi fokus adalah industri petrokimia, pengolahan sumber daya alam, energi, dan bahan industri hulu serta hilir.
Upaya ini mendapat dorongan kuat dari Presiden Prabowo Subianto, yang dalam forum bisnis di Amerika Serikat menyampaikan bahwa Indonesia telah memulai groundbreaking atas 18 proyek strategis pada awal tahun 2026, termasuk proyek-proyek hilirisasi yang akan dilaksanakan di berbagai daerah. Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan hilirisasi menjadi instrumen kunci untuk menguatkan ketahanan ekonomi nasional dan menarik investasi jangka panjang.
Dalam konteks ketahanan energi, percepatan PSN juga mencakup pembangunan fasilitas yang mendukung substitusi impor energi dan produksi energi baru dan terbarukan, sebagai bagian dari strategi pemerintah menghadapi tekanan pasar global. Langkah-langkah ini dianggap penting di tengah tantangan geopolitik dan fluktuasi harga energi dunia.
Dengan kombinasi kolaborasi investasi, percepatan konstruksi proyek strategis, dan dukungan kebijakan pemerintah, Indonesia berharap bisa menyelesaikan sebagian besar proyek prioritas pada tahun 2026, serta memberikan dampak positif untuk pertumbuhan ekonomi serta daya saing industri nasional di level global.
