Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam Board of Peace (BoP), sebuah forum internasional yang dibentuk untuk mendukung stabilisasi, penghentian konflik, dan rekonstruksi pascaperang di Gaza, Palestina. Informasi ini disampaikan melalui sejumlah pejabat tinggi negara dan pernyataan resmi pemerintah dalam beberapa forum global terbaru.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara tegas menyatakan bahwa Indonesia siap memainkan peran aktif dalam stabilitas global melalui kontribusi nyata di BoP. Dalam rapat perdana Board of Peace yang digelar di Washington DC, Prabowo menyebutkan bahwa Indonesia mendukung rencana 20 poin yang digagas untuk memulihkan kehidupan masyarakat sipil di Gaza, serta menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan tersebut.

Pernyataan senada juga datang dari Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, yang menekankan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina tidak berubah meskipun bergabung dalam mekanisme BoP; Indonesia ikut bertujuan mempercepat solusi dua negara (two-state solution) dan memastikan rehabilitasi serta stabilisasi Gaza berjalan sesuai dengan prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.
Dalam konteks operasional, dokumen rencana misi International Stabilization Force (ISF) yang dibentuk di bawah mandat Board of Peace menggarisbawahi bahwa Indonesia akan berkontribusi sumber daya manusia dalam upaya stabilisasi wilayah Gaza. Indonesia bahkan ditetapkan sebagai wakil komandan dalam ISF, menunjukkan peran strategis yang diberikan kepada negara ini dalam misi perdamaian.
Namun, keterlibatan Indonesia ini juga menuai kritik dari sejumlah akademisi dan pakar hubungan internasional di dalam negeri. Mereka mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam mempertimbangkan potensi risiko diplomatik dan politik yang mungkin muncul dari keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian yang diprakarsai oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dengan demikian, Indonesia tampak siap memberikan kontribusi signifikan bagi Board of Peace Gaza, baik secara diplomatik maupun melalui partisipasi pasukan stabilisasi, sambil terus melanjutkan dukungan kepada rakyat Palestina.
