Jakarta, Mata4.com — Google resmi merilis serangkaian pembaruan terbaru pada Gemini AI, asisten kecerdasan buatan (AI) berbasis multimodal yang dikembangkan untuk membantu pengguna dalam berbagai bidang — mulai dari pendidikan, riset, industri kreatif, hingga produktivitas kerja.
Peluncuran fitur terbaru ini dilakukan secara bertahap mulai awal September 2025 dan merupakan bagian dari strategi jangka panjang Google untuk mengembangkan ekosistem AI yang lebih responsif, kreatif, dan terintegrasi secara menyeluruh ke dalam kehidupan sehari-hari penggunanya.
“Kami melihat AI bukan lagi sebagai alat pelengkap, tetapi mitra kerja manusia yang mampu memahami konteks, emosi, dan kebutuhan spesifik pengguna di berbagai situasi,” ujar juru bicara Google dalam konferensi pers daring yang diikuti media internasional.
Fitur Terbaru Gemini AI: Kecerdasan Buatan yang Lebih Interaktif dan Manusiawi
1. Nano Banana: Ubah Foto Jadi Model 3D & Video Animasi
Salah satu fitur yang paling menarik perhatian publik adalah Nano Banana — nama internal untuk teknologi visual baru dari Gemini. Dengan fitur ini, pengguna cukup mengunggah foto, lalu sistem akan:
- Menganalisis dan mengonversi gambar 2D menjadi model 3D
- Menyusun video animasi pendek berdasarkan pose atau skenario yang diminta pengguna
- Menambahkan efek sinematik atau ekspresi wajah pada karakter digital
Fitur ini banyak digunakan oleh kreator konten, desainer produk, dan pengguna media sosial untuk menciptakan konten personal secara instan dan realistis.
2. Interaksi Multimodal Lewat Video dan Layar
Fitur baru ini memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dengan Gemini melalui screen sharing atau video streaming. Misalnya:
- Pengguna dapat menayangkan presentasi, dokumen, atau aplikasi di layar
- Gemini akan mengenali objek visual dan memberikan penjelasan atau saran langsung
- Pengguna dapat mengajukan pertanyaan seperti: “Apa isi grafik ini?” atau “Apa kesalahan pada slide ini?”
Pembaruan ini menandai lompatan besar dalam interaksi AI kontekstual, di mana AI memahami situasi yang sedang terjadi secara visual dan tidak hanya berdasarkan teks.
3. Deep Research dan Canvas untuk Penulisan dan Riset
Gemini AI kini dilengkapi dua alat bantu utama:
- Deep Research: Fitur ini memungkinkan pengguna menggabungkan data dari berbagai format seperti PDF, gambar, artikel berita, dan halaman web untuk disusun menjadi laporan ringkasan yang runtut dan bisa dikutip.
- Canvas: Merupakan area kreatif digital di mana pengguna bisa merancang infografis, membuat soal kuis, menyusun skrip audio, atau bahkan membangun halaman web sederhana — semua hanya dengan perintah teks.
Kedua fitur ini banyak digunakan oleh pelajar, peneliti, dosen, dan jurnalis untuk menyusun materi pembelajaran, konten edukatif, dan laporan riset.
4. Visual Generatif: Imagen 4 & Veo 3
Untuk pengguna yang fokus pada konten visual, Google menyertakan dua model AI terbaru:
- Imagen 4: Memungkinkan pengguna menghasilkan gambar fotorealistik dari deskripsi teks. Cocok untuk desain, ilustrasi, hingga pembuatan katalog produk.
- Veo 3: Dapat membuat video lengkap dengan suara latar, transisi, dan narasi — berdasarkan skrip atau prompt naratif.
Teknologi ini membuka peluang besar bagi desainer, content creator, hingga agensi iklan untuk memproduksi materi visual secara cepat dan efisien.
5. Gemini Live: AI Suara yang Lebih Manusiawi
Melalui Gemini Live, pengguna dapat berinteraksi langsung dengan AI menggunakan perintah suara. AI dapat merespons dengan nada bicara alami, intonasi yang tepat, dan bahkan mengenali emosi dari suara pengguna.
Fitur ini mendukung:
- Percakapan langsung via kamera depan
- Koreksi suara latar atau noise
- Penggunaan dalam kondisi gangguan audio ringan
Dengan peningkatan ini, Gemini menjadi lebih mirip asisten virtual yang bisa diajak bicara layaknya manusia — cocok untuk pengguna tunanetra, anak-anak, atau mereka yang sedang multitasking.
6. Agent Mode & Deep Think: AI untuk Profesional
Untuk pengguna tingkat lanjut dan dunia kerja, Google menambahkan dua mode baru:
- Agent Mode: AI bisa menjalankan tugas-tugas otomatis seperti menjadwalkan rapat, membalas email, mengelola file, hingga menyusun rencana proyek. Fitur ini hanya tersedia dalam versi Premium.
- Deep Think: Mode ini memungkinkan AI bekerja lebih dalam dalam memahami soal matematika, analisis logika, penulisan kode, dan tugas teknis lainnya.
Kehadiran dua fitur ini memperkuat posisi Gemini sebagai AI produktivitas kelas profesional.
Ekosistem Gemini: Terintegrasi di Berbagai Platform
Gemini AI kini dapat digunakan lebih fleksibel di berbagai perangkat dan layanan, antara lain:
- Google Chrome: pengguna cukup mengetik
@geminidi address bar untuk memulai sesi AI - Android & iOS: melalui aplikasi Gemini versi terbaru
- Gmail, Docs, Sheets, Drive: Gemini sudah menyatu sebagai asisten penulis, editor, dan pencari file otomatis
Google juga menambahkan dukungan multi-bahasa dan kemampuan untuk memahami konteks lokal di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Respons Pengguna dan Arah Pengembangan Selanjutnya
Sejumlah pengamat teknologi menyambut baik pembaruan ini. Mereka menilai bahwa fitur-fitur baru Gemini AI memberi keseimbangan antara kemampuan teknis dan pengalaman pengguna yang nyaman. Pengguna yang telah mencoba fitur seperti Imagen dan Veo melaporkan efisiensi kerja meningkat dan kreativitas lebih terbuka.
Google menyebutkan bahwa semua fitur ini dikembangkan dengan prinsip AI yang bertanggung jawab — yakni transparan, aman, dan tidak digunakan untuk manipulasi informasi atau pelanggaran privasi.
“Kami terus mengembangkan Gemini sebagai alat bantu yang tidak menggantikan manusia, tetapi memperkuat potensi terbaik yang dimiliki oleh setiap pengguna,” kata juru bicara Google.
Catatan Redaksi
Artikel ini disusun berdasarkan keterangan resmi dari Google, dokumentasi peluncuran, dan ulasan awal dari media teknologi global. Penulisan berita mengikuti prinsip Kode Etik Jurnalistik, termasuk akurasi sumber, tidak mencampuradukkan fakta dan opini, serta menyajikan informasi yang seimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penutup
Dengan pembaruan besar ini, Gemini AI bukan hanya menjadi alat bantu pencarian informasi, tetapi juga platform kreatif, partner riset, dan asisten digital pribadi yang mampu beradaptasi dengan berbagai konteks. Pembaruan September 2025 ini menandai tonggak baru dalam perjalanan AI yang semakin terintegrasi dan bersifat kolaboratif dengan manusia.

