Bekasi, Mata4.com – Provinsi Jawa Barat kembali menegaskan posisinya sebagai episentrum investasi Indonesia, sekaligus motor penggerak ekspansi ekonomi nasional. Selama beberapa tahun terakhir, Jabar menjadi salah satu daerah dengan kontribusi terbesar terhadap aliran modal, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan struktur industri di Tanah Air.
Pada gelaran West Java Investment Summit (WJIS) 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menawarkan 104 proyek investasi dengan nilai total mencapai Rp186,29 triliun. Dari penawaran tersebut, Jabar telah mengantongi 14 komitmen kerja sama, memperlihatkan besarnya kepercayaan investor terhadap stabilitas dan prospek ekonomi daerah ini.
Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat, Achris Sarwani, menyatakan bahwa investasi memainkan peran sentral dalam mendorong kinerja ekonomi Jabar. “Investasi di Jawa Barat punya peran sangat signifikan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan, termasuk penyediaan lapangan kerja,” ujarnya pada WJIS 2025, dikutip Senin (17/11/2025).
Kontributor Terbesar Perekonomian Nasional
Achris menegaskan bahwa Jawa Barat merupakan salah satu penyumbang utama perekonomian nasional. Hal ini terlihat dari besarnya target investasi yang dibebankan pemerintah pusat kepada Jabar, yakni Rp271 triliun — yang tertinggi di Indonesia. Selain itu, provinsi ini dua tahun berturut-turut meraih Anugerah Layanan Investasi sebagai provinsi terbaik dalam layanan perizinan terintegrasi.

Berbagai capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa Jawa Barat memiliki fondasi ekonomi yang solid, baik dari sisi infrastruktur, iklim usaha, hingga kesiapan sektor industri dalam menerima investasi baru.
BI juga menilai pelaksanaan WJIS 2025 akan menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi Jabar sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pelaku industri lokal maupun global.
Target Investasi Bisa Naik ke Rp340 Triliun
Melihat tren positif tersebut, pemerintah pusat disebut berencana meningkatkan target investasi Jawa Barat hingga Rp340 triliun. Kenaikan ini menjadi bagian dari dorongan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi provinsi mendekati 6 persen, dan pada 2028 diharapkan bisa bergerak menuju 8 persen sesuai visi Astacita Presiden Prabowo.
“Jumlah itu tidak kecil, tapi itu untuk mencapai target pertumbuhan Jawa Barat yang diharapkan sudah mendekati 6 persen, sehingga pada 2028 bisa ke 8 persen. Angka-angka ini menjadi patokan kita, salah satunya melalui WJIS,” jelas Achris.
WJIS Dorong Investasi Hijau dan Inklusif
Achris menambahkan bahwa WJIS tidak sekadar menjadi forum penawaran proyek investasi, tetapi telah berkembang sebagai simbol komitmen Jabar dalam membangun ekosistem investasi yang hijau, inklusif, dan berkelanjutan.
Dalam konteks global yang tengah bergerak menuju ekonomi beremisi rendah, posisi Jabar semakin strategis di mata investor yang mencari lokasi investasi yang ramah lingkungan dan progresif.
“Ini posisi yang semakin dicari investor global di tengah transisi ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan proyeksi penambahan target investasi dan komitmen menghadirkan peluang ekonomi berkualitas, Jawa Barat diperkirakan akan terus menjadi pusat pertumbuhan yang memegang peran vital dalam mengakselerasi ekonomi nasional.
