Yogyakarta, Mata4.com – Kabupaten Gunungkidul selama ini dikenal karena keindahan alamnya. Gua-gua purba, pantai berpasir putih, dan pegunungan karst menjadi daya tarik utama. Namun, tak banyak yang tahu bahwa Wonosari, sebagai ibu kota kabupaten, juga menyimpan kekayaan kuliner yang patut diperhitungkan. Dari sajian tradisional khas Jawa hingga kafe kekinian, Wonosari menawarkan pengalaman gastronomi yang lengkap bagi setiap jenis pelancong — dari keluarga, backpacker, hingga pekerja digital.
Berikut adalah 12 tempat makan yang layak dikunjungi, dihimpun dari berbagai sumber terpercaya serta wawancara langsung dengan pelaku usaha dan pengunjung di lapangan.
1. Rumah Makan Bu Wiwik
Berada di Jalan Baron No. 6, tempat makan ini merupakan salah satu destinasi kuliner keluarga yang paling dikenal di Wonosari. Rumah Makan Bu Wiwik menyajikan masakan rumahan seperti ayam goreng, lele bakar, gurame, udang goreng tepung, serta aneka sayuran seperti lodeh dan oseng kangkung.
Dengan harga mulai dari Rp 3.000 per lauk, tempat ini menawarkan porsi yang cukup besar dan rasa yang konsisten. “Kami ingin tetap menjaga rasa seperti masakan ibu di rumah,” ujar Yuniarti, pengelola rumah makan tersebut, saat diwawancarai Jumat (6/9).
2. Warung Simbok
Warung ini mengusung konsep Jawa klasik dengan bangunan kayu dan suasana ndeso yang asri. Menu andalan seperti ayam ingkung, empal serundeng, dan sate ati ampela disajikan bersama nasi gurih dan sambal khas. Tidak hanya wisatawan, warga lokal pun kerap kembali ke sini karena kualitas rasa dan atmosfer yang tenang.
Buka sejak 2007, Warung Simbok telah menjadi tempat makan favorit keluarga dan rombongan wisata.
3. Kebon Ijo Kulma
Terletak sedikit di pinggir kota Wonosari, Kebon Ijo Kulma adalah restoran terbuka dengan konsep alami. Dikelilingi kebun dan kolam, pengunjung bisa bersantap di saung bambu sambil menikmati hidangan ikan nila, lele krispi, dan sop patin.
“Banyak yang datang bukan cuma untuk makan, tapi juga untuk tenang,” ungkap Dwi Setyawan, pengelola, yang menambahkan bahwa semua ikan mereka berasal dari budidaya lokal.
4. Lesehan Layah Kembar (Garden)
Restoran ini populer di kalangan keluarga karena suasananya yang santai dan menyejukkan. Dengan area makan lesehan yang luas, Layah Kembar menyajikan gurame bakar, ayam ingkung, ceker pedas, dan jamur krispi.
Menu di sini cocok untuk semua usia, dengan harga yang bersahabat dan porsi yang mengenyangkan. Tempat ini sering dijadikan lokasi buka puasa bersama atau makan malam setelah dari pantai.
5. Limasan Kembar Pak Kumis
Buka hingga pukul 00.00 WIB, rumah makan ini menawarkan suasana limasan khas Jawa dengan penerangan lampu temaram. Menu seperti bakmi godhog, ayam kampung kremes, dan cap cay menjadi pilihan favorit.
Harga makanan berkisar Rp 6.000–Rp 26.000, menjadikannya salah satu tempat makan dengan variasi menu luas dan harga terjangkau.
6. Ayam Goreng Kondang Rasa
Sesuai namanya, tempat ini memang kondang (terkenal) karena sajian ayam goreng kampungnya yang renyah di luar dan lembut di dalam. Lokasinya strategis di pusat kota, dan menawarkan berbagai paket nasi lengkap.
Menurut pengunjung, keistimewaan rumah makan ini adalah bumbu rempah yang meresap dan sambal bawangnya yang khas.
7. Dini Hari Kopi
Untuk generasi muda dan pencinta kopi, Dini Hari Kopi adalah salah satu kafe paling hits di Wonosari. Dengan nuansa industrial dan area indoor-outdoor, kafe ini cocok untuk bekerja atau sekadar bersantai.
Menu andalannya adalah espresso blend lokal, croffle, serta berbagai minuman non-kafein seperti matcha dan coklat Belgia. Suasana nyaman membuat tempat ini ramai dikunjungi mahasiswa dan freelancer.
8. Kopi Kita
Terletak di daerah Baleharjo, kafe ini menyajikan kopi dalam suasana yang lebih intimate dan sederhana. Beragam pilihan seduhan manual seperti V60, Vietnam drip, dan cold brew tersedia.
Menurut pemiliknya, seluruh biji kopi berasal dari petani lokal di daerah Kulon Progo dan Magelang. Selain kopi, tersedia juga snack ringan seperti roti bakar dan kentang goreng.
9. RM Seger Waras
Nama rumah makan ini mencerminkan tujuannya: memberikan kesegaran dan rasa sehat bagi pengunjung. Berlokasi di jalur wisata Nglanggeran, rumah makan ini menyajikan ayam goreng kampung, sayur lodeh, tahu tempe bacem, serta sambal tomat segar.
Kebersihan dan pelayanannya menjadi nilai tambah. Lokasi yang strategis juga menjadikannya pilihan ideal bagi wisatawan yang hendak menuju Gunung Api Purba atau Embung Nglanggeran.
10. Rumah Makan Kampoeng Ngingrong
Terletak di pinggiran kota, rumah makan ini memanfaatkan bangunan joglo dengan suasana asri dan terbuka. Cocok untuk rombongan, tempat ini menyajikan menu tradisional seperti gudeg, opor, serta aneka olahan ikan dan ayam.
Dengan parkir luas dan area makan yang lapang, Kampoeng Ngingrong sering dijadikan rest area bagi wisatawan dari luar kota.
11. Pondok Makan Sekar Kusuma
Pondok makan ini menyajikan spesialisasi ikan air tawar seperti patin, gurame, dan lele. Proses pemasakan yang cepat dan bumbu khas menjadikan tempat ini favorit warga lokal.
Dengan konsep semi outdoor, pengunjung bisa menikmati makanan sambil melihat kolam ikan dan kebun sekitar.
12. Lesehan Nasi Merah Pari Gogo
Berbeda dari yang lain, tempat ini menyajikan nasi merah sebagai menu utama, lengkap dengan lauk seperti empal goreng, wader crispy, dan sayur lombok ijo. Lokasinya berada di Kecamatan Semanu, sekitar 15 menit dari pusat Wonosari.
Selain unik, tempat ini juga mengusung konsep pangan lokal dan sehat. Nasi merah ditanam sendiri oleh pemilik warung di ladang milik keluarga.
Kuliner Lokal Jadi Magnet Wisata Baru
Menurut Dinas Pariwisata Gunungkidul, pertumbuhan sektor kuliner lokal memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah. Dalam dua tahun terakhir, jumlah tempat makan baru di Wonosari meningkat hampir 30 persen, sebagian besar di antaranya mengusung konsep lokal.
“Pariwisata tidak hanya soal pemandangan, tapi juga bagaimana rasa lokal itu dinikmati,” ujar Bambang Suryanto, salah satu staf Dispar Gunungkidul, saat ditemui di Festival Kuliner Ngalor-Ngidul, Juli lalu.
Penutup
Kuliner di Wonosari menunjukkan perpaduan menarik antara rasa tradisional dan gaya hidup modern. Baik untuk sarapan sederhana, makan keluarga, atau sekadar menyeruput kopi, kota ini menyediakan berbagai pilihan kuliner yang menggugah selera.

