Padang, Mata4.com – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Tol Padang–Sicincin, Sumatera Barat, pada Senin pagi (8/9), sekitar pukul 06.15 WIB. Sebuah bus penumpang dengan nomor polisi BA 7432 LU terguling setelah kehilangan kendali saat melintasi tikungan di KM 18. Akibat kecelakaan tersebut, dua orang penumpang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara lima lainnya mengalami luka berat dan tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Padang Pariaman.
Kecelakaan ini sontak menjadi perhatian masyarakat dan pengguna jalan, mengingat ruas tol tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan Padang dengan kawasan utara Sumatera Barat, termasuk Bukittinggi, Payakumbuh, dan sekitarnya.
Kronologi Sementara: Jalan Licin Diduga Jadi Penyebab
Berdasarkan keterangan dari pihak Kepolisian Resor Padang Pariaman, peristiwa bermula ketika bus melaju dari arah Padang menuju Bukittinggi dengan kecepatan sedang hingga tinggi. Saat melintasi tikungan di KM 18 dalam kondisi jalan basah akibat hujan yang turun sejak subuh, sopir diduga kehilangan kendali sehingga bus tergelincir dan menghantam pembatas jalan tol, lalu terguling ke bahu jalan.
AKP Fajar Mahendra, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Padang Pariaman, menyebutkan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan, namun dugaan awal mengarah pada faktor cuaca dan kecepatan kendaraan.
“Kami sudah lakukan olah TKP dan memeriksa beberapa saksi, termasuk penumpang selamat. Dugaan awal memang karena jalan licin dan sopir kehilangan kendali saat menikung,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada media, Senin siang.
Identitas Korban Belum Dirilis
Dua korban meninggal dunia, masing-masing seorang pria dan seorang perempuan, belum dapat diidentifikasi secara resmi karena masih menunggu konfirmasi dari pihak keluarga. Jenazah telah dibawa ke RSUD Padang Pariaman untuk proses identifikasi dan pemulasaraan lebih lanjut.
Lima korban luka berat terdiri dari tiga pria dan dua wanita. Mereka mengalami cedera serius, termasuk patah tulang dan trauma kepala, dan saat ini masih dalam perawatan intensif di ruang IGD dan ICU rumah sakit yang sama.
Menurut Direktur RSUD Padang Pariaman, dr. Fitri Yani, pihaknya telah mengerahkan seluruh tenaga medis yang tersedia untuk menangani para korban.
“Kami menerima tujuh korban, dua di antaranya dalam kondisi tidak bernyawa saat tiba di rumah sakit. Lima lainnya langsung kami tangani secara medis. Kondisi korban luka berat masih fluktuatif,” ujarnya.
Evakuasi Berlangsung Dramatis
Evakuasi penumpang berlangsung cukup dramatis karena posisi bus yang terguling menyulitkan petugas dan relawan dalam mengevakuasi korban yang terjepit di dalam kendaraan. Tim gabungan dari Polri, Basarnas, Dinas Perhubungan, dan petugas tol bekerja sama mengevakuasi korban serta mensterilkan lokasi agar lalu lintas tidak terganggu.
Arus lalu lintas sempat dialihkan selama sekitar dua jam hingga proses evakuasi selesai dan kendaraan berat berhasil mengangkat bus dari lokasi kejadian.
Pernyataan Resmi Perusahaan Otobus
Pihak manajemen PO Lintas Minang, selaku operator bus yang mengalami kecelakaan, menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan komitmennya untuk memberikan tanggung jawab penuh atas semua korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka.
Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, manajemen menyatakan:
“Kami sangat berduka atas musibah ini dan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kami telah mengirimkan tim ke lokasi kejadian dan rumah sakit untuk mendampingi korban serta membantu proses administrasi dan logistik.”
Perusahaan juga menyebutkan bahwa armada yang mengalami kecelakaan telah melalui proses pemeriksaan rutin dan laik jalan, serta sopir yang bertugas memiliki surat izin mengemudi (SIM) yang masih berlaku. Namun, investigasi internal tetap akan dilakukan.
Tinjauan Keselamatan dan Pengawasan Transportasi
Kecelakaan ini menyoroti kembali pentingnya standar keselamatan transportasi umum, terutama bus antarkota yang sering melintasi jalur rawan seperti jalan tol dengan tikungan tajam dan kondisi cuaca yang cepat berubah.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Ir. Hendri Damanik, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap armada PO terkait serta meningkatkan pengawasan terhadap operasional bus antarkota.
“Kami akan evaluasi menyeluruh SOP (Standard Operating Procedure) PO dan sopir. Jangan sampai kejadian serupa terus berulang tanpa pembenahan sistem transportasi,” ujar Hendri.
Imbauan untuk Masyarakat dan Operator Bus
Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat juga mengeluarkan imbauan kepada seluruh pengemudi dan perusahaan otobus agar lebih memperhatikan aspek keselamatan, termasuk tidak memaksakan kecepatan saat cuaca buruk dan rutin memeriksa kondisi teknis kendaraan.
“Kami minta semua sopir bus mematuhi batas kecepatan dan tidak mengambil risiko saat kondisi cuaca ekstrem. Operator juga harus menjamin jam kerja sopir tidak melebihi batas agar mereka tetap bugar dan fokus,” tegas Kombes Pol Anton Dwi Saputra, Dirlantas Polda Sumbar.
Posko Informasi untuk Keluarga Korban
Pihak RSUD Padang Pariaman bekerja sama dengan Dinas Sosial dan BPBD telah membuka posko informasi dan bantuan bagi keluarga korban. Masyarakat yang merasa memiliki anggota keluarga dalam perjalanan bus tersebut dapat menghubungi nomor hotline yang disediakan atau langsung datang ke posko yang berada di aula utama RSUD.
Selain itu, layanan pendampingan psikologis juga disiapkan untuk korban selamat dan keluarga korban yang membutuhkan dukungan emosional pascakejadian.
Penutup dan Catatan Redaksi
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan angkutan umum yang terjadi di jalur tol selama beberapa tahun terakhir. Evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan transportasi, pelatihan sopir, dan kelaikan kendaraan menjadi penting agar keselamatan penumpang bisa dijamin.
Redaksi akan terus memantau perkembangan berita ini dan memperbarui informasi sesuai laporan resmi dari pihak berwenang dan rumah sakit.

