Jakarta, Mata4.com — Pemerintah Indonesia semakin memperkuat komitmen dalam mengakselerasi transformasi ekonomi digital dengan menjadikan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) sebagai mesin utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas percepatan revolusi teknologi global dan dinamika ekonomi digital yang terus berkembang pesat di tingkat regional maupun internasional.
Kecerdasan Artifisial sebagai Pilar Utama Transformasi Ekonomi
Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Kamis (25/9), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Bapak Arief Prasetyo, menegaskan bahwa AI merupakan salah satu teknologi revolusioner yang mampu mengubah fundamental struktur perekonomian Indonesia.
“Kecerdasan artifisial adalah fondasi strategis yang menjadi kunci keberhasilan transformasi ekonomi digital nasional. Melalui AI, kita dapat meningkatkan produktivitas, mempercepat inovasi, dan memperluas akses layanan publik secara lebih efisien,” ujar Menko Arief.
Menurut Menko Arief, adopsi teknologi AI bukan hanya mempengaruhi sektor industri dan bisnis saja, namun juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data.
Implementasi AI dalam Pelayanan Publik dan Sektor Bisnis
Pemerintah telah memulai berbagai inisiatif yang memanfaatkan teknologi AI di sejumlah kementerian dan lembaga untuk meningkatkan efisiensi dan responsivitas layanan kepada masyarakat. Contohnya, penggunaan chatbot berbasis AI untuk memberikan layanan informasi publik secara cepat dan akurat, serta pemanfaatan algoritma analisis data untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based policy).
Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus menggencarkan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berfokus pada keterampilan digital dan kecerdasan artifisial agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di era digital.
Sektor swasta, termasuk startup teknologi yang mengembangkan solusi berbasis AI, mendapat dukungan dari pemerintah melalui berbagai program inkubasi dan insentif fiskal untuk mempercepat inovasi dan penetrasi pasar digital.
Infrastruktur Digital dan Regulasi sebagai Penopang Utama
Keberhasilan transformasi digital nasional sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur digital yang memadai. Pemerintah telah mengakselerasi pembangunan jaringan 5G nasional dan fasilitas pusat data (data center) yang mampu menangani volume data besar yang menjadi dasar pengembangan AI.
Regulasi juga menjadi aspek krusial dalam pengembangan AI. Pemerintah tengah merancang dan memperbaharui kerangka hukum yang mengatur penggunaan teknologi AI agar sesuai dengan prinsip etika, keamanan data, dan perlindungan privasi masyarakat.
“Pengembangan AI harus berjalan di jalur yang benar dengan tata kelola yang baik dan perlindungan data pribadi yang ketat. Kami berkomitmen untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap teknologi ini,” ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Ibu Rina Hartono.
Tantangan Digitalisasi: Kesenjangan Akses dan Literasi
Meski potensi AI sangat besar, transformasi ekonomi digital juga menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam mengatasi kesenjangan digital yang masih signifikan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil. Keterbatasan akses internet dan rendahnya literasi digital menjadi hambatan utama yang perlu segera diatasi.
Untuk itu, pemerintah mengintensifkan program pemerataan akses internet dan pelatihan keterampilan digital melalui berbagai inisiatif nasional seperti Gerakan Nasional Literasi Digital dan program vokasi teknologi informasi yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Peluang Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja
Transformasi digital berbasis AI membuka peluang ekonomi baru yang sangat besar. Startup teknologi, UMKM yang bertransformasi digital, dan perusahaan berbasis inovasi digital menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah optimistis bahwa teknologi AI tidak hanya meningkatkan efisiensi bisnis, tetapi juga membuka lapangan kerja baru yang berkualitas, khususnya di sektor teknologi informasi, riset dan pengembangan, serta industri kreatif.
“Kita perlu mempersiapkan tenaga kerja yang adaptif dan kreatif agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal, sehingga manfaat transformasi ekonomi ini dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” tambah Menko Arief.
Mendorong Inovasi dan Kolaborasi
Salah satu kunci keberhasilan transformasi digital nasional adalah sinergi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat. Pemerintah mendorong kolaborasi riset dan inovasi teknologi AI melalui program kemitraan dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian, serta dukungan terhadap inkubator bisnis dan startup inovatif.
Visi Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Digital Regional
Dengan strategi yang terencana dan didukung oleh komitmen kuat dari berbagai pihak, Indonesia menargetkan untuk menjadi salah satu pusat ekonomi digital terdepan di Asia Tenggara dalam dekade ini. Transformasi ekonomi digital yang berbasis pada kecerdasan artifisial diyakini akan membawa Indonesia ke posisi strategis dalam persaingan global dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Penutup: Komitmen untuk Masa Depan Digital yang Inklusif dan Berkelanjutan
Transformasi ekonomi digital berbasis kecerdasan artifisial bukan hanya sebuah perubahan teknologi, tetapi sebuah perjalanan besar menuju masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong inovasi teknologi, menjaga tata kelola yang baik, serta memastikan bahwa manfaat dari transformasi ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

